Makna dan Keteladanan dalam Ibadah Haji dan Kurban

62

Surabaya | SIGAP88 – Ibadah Haji dan Qurban (Kurban-KBBI) mengajarkan banyak hal. Dari keteladanan hingga kebersamaan dalam persatuan dan kesatuan umat. Makna ini harus difahami, dan juga direalisasikan.

Demikian salah satu makna dalam ibadah Idul Adha. “Disebutkan dalam Alquran, jika sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal, Alquran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya, dan menjelaskan segala sesuatu dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman,”mengutip ayat QS. Yusuf : 111.

Makna Ibadah Kurban
Ibadah kurban memiliki makna yang sangat mendalam dan luas, baik dari sisi ibadah mahdhah maupun sosial. Dari sisi ibadah mahdhah, ibadah kurban merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat-nikmat yang telah diberikan-Nya kepada kita. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran:

Advertisement

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu; dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus (dari rahmat Allah). (QS. Al-Kautsar: 1-3)

Kisah penting syarat makna digelar dalam kehidupan umat manusia. Yakni peristiwa perjalanan hidup Nabi Ibrahim As, Siti Hajar, bersama putranya Nabi Isma’il As. Kisah dan pengorbanan ini selalu diulang setiap tahun untuk diteladani.

Baca Juga  EVOS Gandeng FLIX Cinema, Ciptakan Momen Seru Nonton Film bagi Gamers

Kisah ini juga menjawab akan ada seorang pejuang, Nabi Ibrahim. Cobaan yang diberikan demikian luar biasa. Setelah sekian lama menunggu mempunyai anak, namun saat kemudian mendapatkannya, diminta untuk dikurbankan.

Anak ini kemudian menjadi luar biasa, bukan anak sembarang anak. Namun anak yang sesuai dengan cita-cita dan perjuangannya, yakni anak yang shaleh, anak yang mempunyai kepribadian sebagai manusia berakhlaq, beriman dan bertaqwa pada Allah Swt. Dialah Ismail

Demikian Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As, membuktikan keimanan dan kecintaan serta ketaatan pada Allah, sehingga Allah menggantinya dengan kenikmatan yang tiada tara yaitu seekor sembelihan domba yang besar.

Dan peristiwa inilah yang melatarbelakangi di syari’atkannya ibadah kurban yang senantiasa kita laksanakan saat ini.

Di bagian lain, ada hikmah dari Kurban yakni mengajarkan untuk bersikap dermawan, tidak tamak, rakus dan serakah. Kurban mendidik kita untuk peduli dan mengasah sikap sosial.

Dari sisi sosial, ibadah kurban memiliki makna yang sangat luas dan bermanfaat. Ibadah kurban merupakan wujud kepedulian kita kepada sesama, terutama kepada fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan.

Baca Juga  Kontes Sapi Sonok Sumenep: Tingkatkan Pelestarian Budaya dan Harga Jual Sapi

Dengan berkurban, kita dapat berbagi rezeki dan kebahagiaan dengan mereka. Ibadah kurban juga merupakan wujud persaudaraan dan solidaritas umat Islam.

Dengan berkurban, kita dapat mempererat tali silaturahmi dan ukhuwah dengan sesama Muslim. Ibadah kurban juga merupakan wujud dakwah dan amar ma’ruf nahi munkar. Dengan berkurban, kita dapat menunjukkan nilai-nilai Islam yang mulia dan rahmatan lil ‘alamin.

Makna Ibadah Haji
Makna haji adalah untuk mencapai kesucian, ketaqwaan, dan kesalehan. Melalui ibadah haji, seseorang dapat membersihkan jiwa dan hati dari dosa-dosa sebelumnya. Ibadah haji juga merupakan bentuk ketaatan dan kesetiaan kepada Allah.

Ibadah haji juga merupakan kesempatan bagi seseorang untuk berinteraksi dengan umat Islam lainnya dari tempat yang terputus

Ibadah haji juga merupakan kesempatan bagi seseorang untuk berinteraksi dengan umat Islam lainnya dari berbagai negara dan budaya yang berbeda.

Hal ini dapat memperluas pandangan seseorang dan meningkatkan rasa toleransi dan empati terhadap orang lain.

Termasuk juga, ibadah haji merupakan ibadah yang syarat makna. Ibadah haji mengajarkan persamaan, kehormatan dan lain-lain.

Seperti rangkaian ibadah haji yang dimulai dari miqod, yaitu niat melaksanakan haji, pada saat itu pakaian yang sebelumnya terdiri dari berbagai model dan warna, harus ditanggalkan dan diganti dengan pakaian ihram.

Baca Juga  Pertahankan Tradisi, Pemkab Sumenep Gelar Festival Jaran Serek

Thawaf memberikan pelajaran bahwa kita ummat manusia hendaknya selalu bergerak dan beraktifitas, membangun kebersamaan, kedamaian, kesejahteraan, untuk menuju masyarakat Islam yang sebenar-benarnya adil makmur dan diridhai Allah Subhana wa taala berdasarkan apa yang telah digariskan oleh Allah Subhana wa taala dan Rasul-Nya dan hanya dengan tujuan mencari ridha Allah.

Kemudian wukuf di Arafah dan inilah puncak ibadah haji, wukuf berarti berhenti, sedang Arafah berarti mengenal dengan pasti, mengenal dan menyadari jati dirinya.

Sebelum wukuf Jamaah haji menginap di Mina untuk berdzikir dan merenungkan jati dirinya dari mana berasal, dan kemana akan kembali, sehingga menemukan ke arifan.

Pada tahap ini jamaah haji diharapkan menemukan kearifan , menjadi manusia yang arif dan bijaksana. Dan setiap gerak langkahnya senantiasa didasari pengetahuan yang mendalam sehingga tidak menimbulkan kerusakan yang merugikan orang lain.

Salam Redaksi
Selamat Hari Raya Idul Adha 1444H

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE