Mahasiswa Sumenep Gelar Aksi, Tolak Tambang Fosfat

110

Sumenep | Sigap88 – Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Mahasiswa Sumenep menggelar aksi di depan kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa timur menolak tambang Fosfat. Selasa (9/3/2021).

Mahasiswa menuding bahwa Bappeda Kabupaten Sumenep berencana untuk menambah kawasan pertambangan Fosfat di 8 (delapan) Kecamatan yang ada di Kabupaten ujung timur Madura.

“Dari hasil kajian kami bahwa tambang Fosfat nantinya akan berdampak negatif kepada lingkungan,” ungkap Trisno sebagai orator aksi.

Dirinya menyebut, dampak dari Review Perda nomor 12 soal RTRW tahun ini pada pasal  40 ayat 2 kawasan pertambangan dalam RTRW akan berbenturan dengan pasal 32 tentang kawasan rawan bencana alam, dan pasal 33 tentang kawasan lindung geologi.

“Pemerintah dalam hal ini tidak terpikirkan lebih jauh mengenai dampak yang akan di timbulkan apabila terjadi penambangan Fosfat,” terangnya.

Nantinya kata Trisno, yang akan menjadi korban dampak oleh adanya tambang Fosfat wilayah tersebut akan mengalami banjir di musim penghujan dan bisa jadi akan mengalami kekeringan dikarenakan akan mengurangi ketersediaan air

“Pemerintah jangan main enak sendiri, harus memikirkan rakyat dari dampak yang ditimbulkan oleh adanya tambang Fosfat,” tegasnya.

Yang paling ditekankan oleh Mahasiswa adalah bagaimana pihak Bappeda menghapus Pasal 40 ayat 2 dalam Perda RTRW. Dan harus mengedepankan perencanaan pembangunan Sumenep yang tidak merusak lingkungan dan lebih mensejahterakan masyarakat.

Saat Kepala Bappeda Sumenep Drs. H. Yayak Nurwahyudi, M.Si menerima perwakilan dari para Mahasiswa mengatakan, akan membawa kepada rapat dan musyawarah dengan semua pihak semua masukan dari Mahasiswa.

“Akan kami kaji kembali mengenai pasal yang dianggap berbenturan dengan pasal lainnya,” ungkap Kepala Bappeda Yayak.

Diterangkan pula oleh Kepala Bappeda mengenai kajian dampak yang akan ditimbulkan oleh adanya tambang Fosfat, Pemerintah pusat kemungkinan telah melakukan kajian.

*Saya memastikan Pemerintah pusat telah melakukan kajian terlebih dahulu dampak yang akan ditimbulkan oleh tambang Fosfat,” pungkasnya. (Ain)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE