Ketua J.P.K.P Sumenep Sebut Permasalahan Puskesmas Sapeken Miskomunikasi

374

Sumenep | Sigap88 – Puskesmas Sapeken mendapat sorotan dari Sekretaris J.P.K.P DPC Sapeken Syarif Hidayat bahwa oknum Puskesmas Sapeken telah melakukan pungutan liar terkait biaya persalinan.

Seperti yang di lansir oleh media humaira.co.id Bahwa, oknum petugas Puskesmas Sapeken telah menyalahi aturan dengan melakukan pungli biaya persalinan dengan bukti 2 nota yang salah satu nota tidak ada cap dan stempel Puskesmas Sapeken.

Ketua J.P.K.P Sumenep Agus saat di konfirmasi melalui telepon selulernya menyampaikan bahwa, permasalahan tersebut hanya miskomunikasi saja Mas. “Permasalahan tersebut sudah selesai dan kami dengan Puskesmas Sapeken telah sama sama paham bahwa hal tersebut cuma Miskomunikasi saja,” kata ketua J.P.K.P Sumenep Agus.

Saat media sigap88.com menghubungi pihak Puskesmas yaitu Suharto Cakoe, S.KM Kepala Puskesmas (Kapus) Sapeken menyampaikan bahwa, benar pasien yang melakukan persalinan dan sebagai peserta KIS (Kartu Indonesia Sehat.) biaya persalinannya secara gratis.

“Bagi pasien sebagai peserta KIS biaya administrasi persalinan gratis dengan bukti nota,” ungkap Kapus Suharto Cakoe

Dijelaskan oleh Kapus Suharto, Nota tersebut yang salah satunya adalah nota tindakan yang di jamin oleh BPJS tertulis gratis

Sedangkan untuk nota yang satunya adalah untuk pembelian alat alat bayi termasuk baju dan bedong nya dan itupun atas persetujuan pihak keluarga. “untuk pembelian alat alat bayi tidak termasuk dalam BPJS dan kami telah menjelaskan kepada pihak keluarga pasien,” jelasnya.

“Pihak keluarga sudah paham karena kami telah menjelaskan bahwa, peralatan bayi tidak termasuk dalam daftar BPJS,” ucapnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Agus Mulyono, MCH saat di konfirmasi oleh media sigap88.com menyampaikan, sebagai petugas kesehatan harus sesuai dengan regulasi yang ada serta melaksanakan pelayanan yang standar.

“Apa yang menjadi ketentuan sebagai pelayanan kesehatan harus mengikuti SOP (Standar Operasional prosedur),” ungkap Kadinkes Agus Mulyono.

Dijelaskan oleh Kadinkes Agus, sebagai petugas (Bidan red) harus mengedepankan keselamatan Ibu hamil mulai dari awal sampai dalam proses persalinan, juga memperhatikan kesehatan si bayi.

“Tingkatkan pelayanan sesuai dengan protap atau SOP sehingga keselamatan ibu dan bayi akan terjaga,” terangnya. (Koes)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE