Kapolres Sumenep Tandatangani Surat Pernyataan Komitmen Bersama

123

Sumenep | Sigap88 – Menindak lanjuti pengungkapan kasus Narkoba skala besar, jaringan luar negeri dan beberapa anggota Polri sendiri yang telah terjerat Narkoba maka, Polri melakukan langkah dengan komitmen bersama dalam rangka pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba di lingkup Polri. Kamis (6/5/2021).

Kapolres Sumenep AKBP Darman, S.Ik saat apel Komitmen bersama menandatangani komitmen bersama dengan jajarannya yang terlaksana di lapangan apel Sanika Satyawada Polres Sumenep jalan Urip Sumoharjo Nomer 35 desa Pabean Kecamatan Kota Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa timur.

Dalam isi pernyataan komitmen bersama adalah kami selaku anggota Polres Sumenep dengan penuh kesadaran dan bersungguh sungguh berkomitmen untuk tidak akan pernah dan tidak akan terlibat dalam penyalahgunaan dan atau pendistribusian barang yang termasuk dalam golongan obat obatan terlarang Narkoba, psikotropika dan zat adiktif lainnya yang telah di atur dalam UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Dan apabila terbukti menyalah gunakan Narkotika maka, kami siap menerima sanksi berupa siap di mutasi di pidana dan siap di pecat kedinasan kepolisian Negara RI.

“Kami tidak mentolelir apabila ada anggota terlibat penggunaan dan pendistribusian Narkoba, taruhannya adalah mutasi atau di pecat,” kata Kapolres Darman.

Di jelaskan oleh Kapolres Darman bahwa dalam kurun waktu empat bulan Polres Sumenep berhasil mengungkap kasus Narkoba dengan tersangka sebanyak 185.

“Untuk tahun 2020 ada 185 tersangka dan di tahun 2021 sampai saat ini ada 41 tersangka ,” ucap Kapolres Darman.

Mengantisipasi hal tersebut Polres Sumenep melakukan langkah dengan penerapan Kampung tangguh Narkoba di setiap desa.

“Secara preventif kami telah lakukan dengan menggelar sosialisasi di setiap sarana pendidikan dan di desa desa,” jelasnya.

Kami memprogramkan kepada anak di bawah umur yang menjadi korban Pengedar Narkoba akan di pondokkan di pesantren. “Sudah ada 35 anak di bawah umur korban Narkoba yang di pondokkan di Pesantren,” ujarnya.

Kami lakukan rehabilitasi dengan memondokkan anak di bawah umur merupakan hasil kordinasi dengan atasan untuk mengedepankan pencegahan melalui rehabilitasi.

“Proses hukum memang kami harus tegakkan, namun yang paling penting adalah menyelamatkan generasi muda dari jeratan Narkoba,” tuturnya.

Namun, bagi yang sudah dewasa akan kami lakukan rehabilitasi melalui medis di Pamekasan. (K / A)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE