Jaga Lingkungan, Asper Kangean Barat Giat Pembersihan Sampah

268

Sumenep | Sigap88 – Perhutani Bagian Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kangean timur memotori Pembersihan Sampah dan Pemasangan Plang Larangan di sepanjang jalan kawasan hutan menunuju Desa gelaman dan Desa Pajemangger, Jum’at (28/5/2021).

Dalam pelaksanaan pembersihan sampah di kawasan hutan menuju Desa Gelamam Kecamatan Arjasa Kepulauan Kangean Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa timur bersama Perhutani LMDH Suka maju Kalinganyar,LMDH Wana jaya sawah sumur ,LMDH Aenggerrek Paseraman,LMDH Harapan Indah Daandung,LMDH Goa Kuning Kalikatak dan RPK LSM Kompak juga di hadiri oleh Camat Arjasa

Menurut Asper Kangean barat, hutan tidak boleh dijadikan pembuangan sampah yang dapat mencemari lingkungan disekitarnya apalagi saat ini baunya sangat mengganggu pengguna jalan.

“Masalah sampah adalah masalah kita bersama, oleh sebab itu kami mengajak kepada semua elemen masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan yang mengakibatkan pencemaran lingkungan dan pencemaran udara,” kata Asper Marinus.

Dirinya, (Marinus red) mengajak kepada semua masyarakat agar semua sampah baik sampah yang dari pasar maupun dari rumah tangga agar dikelola dengan baik.

“Membuang sampah ke hutan bukan menyelesaikan masalah, akan tetapi memindah masalah, justru akan mengakibatkan pencemaran lingkungan bagi pengguna jalan,” jelasnya.

Apalagi, wilayah tersebut (bujutan) terdapat sumber mata air yang harus kita jaga kebersihannya supaya tidak jadi sumber penyakit bagi masyarakat yang mengkonsumsinya.

Ditegaskan oleh Asper Marinus, membuang sampah sembarangan melanggar UU No 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan lingkungan hidup.

“Setidaknya sebagai warga Negara harus patuh kepada hukum, yang mana sudah jelas dalam UU No 32 tahun 2009 membuang sampah sembarangan melanggar perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup,” paparnya.

Tidak hanya itu, Asper Kangean barat memberikan solusi kepada masyarakat agar sampah terkelola dengan baik, harus ada kordinasi dengan Forpimka Arjasa cara penanggulangan sampah agar tidak mengganggu lingkungan.

“Setidaknya, apabila Desa tidak mempunyai lokasi yang memadai untuk dijadikan TPA maka bisa mengajukan penggunaan kawasan hutan untuk Tempat Pemprosesan akhir sampah oleh dinas terkait kepada kementerian LHK,” terangnya.

Dalam kesempatan itu Asper Marinus, mengucapkan terimakasih kepada Camat Arjasa yang telah menghadiri kegiatan tersebut termasuk pihak2 yang hadir kerja bakti kali ini.

Setelah pembersihan sampah disepanjang jalan hutan akses ke Desa Gelaman dan Pajenangger Ibu Ikatan Istri Karyawan perhutani menyediakan konsumsi snack dan makan bersama. “Kami mendukung kegiatan ini demi meningkatkan kebersihan lingkungan dan kebersihan udara,” ungkap ny. Marinus. (Ain)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE