Ini Respon Bupati Pamekasan Tentang Rencana Revisi PP No 109 Tahun 2021

119

Pamekasan | Sigap88 – Respon Bupati Pamekasan tentang rencana Pemerintah yang akan merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomer 109 tahun 2021 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.

Bupati Pamekasan H. Baddrut Tamam menganggap rencana revisi PP Nomer 109 tahun 2021 saat ini kurang tepat dengan beberapa pertimbangan bagi wilayah penghasil tembakau seperti Kabupaten Pamekasan.

Bahkan, Mas Tamam, sapaan akrab Bupati Pamekasan menyampaikan kepada beberapa media nasional beberapa waktu yang lalu.

Alasannya, saat ini berbenturan dengan masa Pandemi Covid-19 yang keadaan masyarakat ekonominya sangat anjlok, sehingga dirinya sangat berharap, dari tembakau bisa mengangkat ekonominya.

Sedangkan faktor yang lain, masih banyaknya masyarakat petani yang masih ketergantungan pada hasil panen tembakau. “Masyarakat masih cenderung berharap dengan tembakau bisa mengangkat ekonominya, karena masyarakat masih menganggap tembakau adalah daun emas,” jelasnya. Selasa (27/7).

Mas Tamam mengakui bahwa masyarakat sekarang dilematis, karena beberapa tahun ini tembakau petani tidak terlalu menguntungkan. “Beberapa tahun ini tembakau petani kurang menguntungkan bahkan petani ada yang cenderung ragu untuk bertani tembakau, namun tidak banyak pula petani yang masih ketergantungannya kepada tembakau,” terangnya.

“Nah, hal seperti ini yang harus kita carikan solusinya, agar masyarakat Kabupaten Gerbang salam ini yang merupakan terbesar produksi tembakau di Madura dapat peningkatan ekonominya di sektor pertanian tembakau,” ujarnya.

Bahkan, para petani dan pengusaha tembakau sudah terbebani dengan peraturan pemerintah dari kenaikan tarif cukai 2020 lalu.

Dirinya menganggap apabila revisi tersebut di berlakukan tahun ini, kemungkinan kurang efektif juga, akan tetapi apabila harus di paksakan pemerintah harus mencarikan solusinya. “Pemerintah harus mencari solusinya seperti harus mencarikan tanaman alternatif pengganti tembakau, sehingga para petani bisa tetap meningkatkan ekonominya dari sektor pertanian,” harapnya.

Penekanan masyarakat agar tidak merokok melalui iklan gambar sampai saat ini tidak terlalu di respon oleh masyarakat. Jadi pelarangan jangan hanya melalui iklan gambar saja akan tetapi lebih mengena kepada pendidikan dan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya merokok.

“Sampai saat ini penurunan populasi dalam larangan merokok melalui iklan gambar kurang efektif,” ujarnya.

Maka dari itu, yang paling penting saat ini bagai mana kita bisa mempertahankan keberlangsungan kehidupan masyarakat di tengah Pandemi Covid-19 .

“Kami akan memperjuangkan bagai mana PP Nomer 109 dapat di kaji ulang agar lebih keterpihakan kepada petani. Karena kita akui bahwa melalui tembakau, cukup besar kontribusinya kepada APBD, termasuk IHT nya,” tandasnya. (By).

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE