GMNI Pamekasan Pertanyakan Penggunaan DBHCHT

17

Pamekasan | SIGAP88 – Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Pamekasan, Madura melakukan audiensi kembali dengan instansi pemangku pertanian dan perkebunan tentang alokasi dan penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang akan dikelola Dinas Ketahanan Pangan Holtikultura dan Perkebunan.

Dalam audiensi tersebut GMNI Pamekasan meminta pada instansi pemangku pertanian dan perkebunan agar benar benar transparan dan sesuai dengan juknis dalam penyaluran dana DBHCHT.

“Kami menuntut anggaran yang begitu besar dapat di dimanfaatkan oleh para petani tembakau,” kata Khofifi, wakil kepala bidang politik GMNI. Kamis (17/6/2021).

Dirinya mengakui bahwa, visi dan misi yang dibawa tidak mendapat respon positif dari kepala Dinas ketahanan pangan Holtikultura dan perkebunan.

“Tidak ada jawaban yang konkrit dan solutif dari Kepala Dinas, saat kami duduk bersama,” ujarnya.

Saat itu kata Khofifi, Kepala Dinas KPHP enggan memberi data autentik mengenai rencana program penyaluran anggaran dana DBHCHT yang sudah diajukan, seakan Dinas terkait melindungi dan tidak transparan.

Waktu itu, Kepala Dinas KPHP Ajib Abdullah beralasan, pihaknya belum memaparkan data kepada Bupati, sehingga pihaknya tidak bisa memaparkan data tersebut kepada aktivis.

“Kami hanya meminta data rancangan program beserta rinciannya mengenai pengalokasian DHBCT,” jelasnya.

Justru, kami mempertanyakan, ada apa ini kok sepertinya ada yang di sembunyikan, apa ada kongkalikong di dalamnya. “Ini jadi pertanyaan besar, kenapa Dinas enggan memberikan data dengan dalih harus minta ijin dulu kepada Bupati,” terangnya kepada media.

Sehingga aktivis GMNI menegaskan untuk melanjutkan permasalahan ini sampai data rancangan program yg sudah diajukan di terima dan di ketahui.(Dar)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE