Diduga Cabul, Siswi SMK Laporkan Kepala Sekolah ke Polrestabes Surabaya

787

Surabaya | SIGAP88 – Seorang siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta di Surabaya, Jawa Timur, melaporkan oknum kepala sekolah terkait kasus dugaan pencabulan dan penyekapan ke polisi

Korban yakni AR (19), Ia didampingi ayahnya untuk melaporkan oknum kepala sekolah(kepsek) SMK di kawasan Jalan Kedung Anyar ke Mapolrestabes Surabaya, Rabu (3/3/2021).

Informasi yang didapatkan sigap88.com laporan pencabulan terhadap anak tersebut tertuang dalam tanda bukti lapor Nomor : TBL-B/210/III/RES.1.24/2021/RESKRIM/SPKT Polrestabes Surabaya

Kepala sekolah itu dilaporkan atas dugaan kejahatan tindak pidana Pencabulan Terhadap Anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal :83 UU RI No 17 Tahun 2016 jo Pasal 76-e UU No 35 Tahun 2014 tentang Penetapan Perpu No 1 Th 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI No 23 Th 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU.

AR selaku pelapor mengaku, pada akhir Desember 2019, ia mendapat perlakuan yang tidak sepantasnya dilakukan oleh seorang pendidik.

Saat sekolah dalam keadaan kosong, AR mengaku disekap di dalam ruangan dan cabuli.

Baca Juga : Pasca Dilaporkan, Kepala Sekolah SMK Tanwir, Diperiksa Polrestabes Surabaya

Ironisnya, perlakuan tidak senonoh itu dilakukan di dalam ruangan Kepala Sekolah.

“Kejadiannya bulan Desember tahun 2019, 3-4 hari sebelum tahun baru,” ungkap AR

AR mengaku tak berdaya saat kepala sekolahnya melakukan aksi bejatnya.

“Waktu di ruangan, kepala sekolah membuka baju saya. Saya sudah berusaha melawan tapi tidak bisa, ia nindih saya. Pintu dikunci, jendela gak bisa dipecahin,” tutur AR dengan mata berkaca-kaca

Sebelum pelecehan terjadi, awalnya AR dan kepala sekolah hanya berbincang santai.

Termasuk membicarakan perlakuan serupa pada siswa lain. Bahkan AR juga ditunjukkan foto-foto alumni yang pernah mendapat perlakuan sama yang tersimpan di smartphone milik sang kepala sekolah.

“Foto-foto alumni yang pernah ia gitukan juga ada, kakak kelas saya pun juga ada. Ada salah satu foto kakak kelas saya duduk di antara selakangan dia, ada foto seperti itu juga. Lokasinya sama di dalam ruangan kepala sekolah,” ungkap AR

AR mengaku baru melaporkan kasus itu sekarang karena selama ini hanya menahan malu dan tidak tahu harus mengadu kepada siapa.

Sementara siswi lain yang diduga mendapat perlakuan sama pun memilih bungkam meski dihantui ketakutan jika bertemu oknum kepala sekolah tersebut.

Ayah kandung AR, Soeminto (58) menjelaskan, anaknya mengaku mendapat perbuatan tidak senonoh setelah pulang dari perantauan.

Saat sampai di rumah, Soeminto awalnya hanya menegur AR yang tidak mau melanjutkan sekolah, padahal sudah masuk masa ujian. AR yang biasanya periang tiba-tiba murung dan susah diajak bicara.

“Rasa penasaran dan butuh kejelasan, tak juga saya dapatkan. Hingga pukul 11 malam, putra sulung saya pulang dan langsung saya tekan untuk menceritakan alasan adiknya tak mau kembali sekolah. Akhirnya dengan dibumbui debat keras, putra sulung saya menceritakan bahwa adiknya mengalami depresi akibat perlakuan kepala sekolahnya,” katanya

Soeminto pun masuk ke kamar dan meminta AR menjelaskan ikhwal kejadian itu. Namun bukan kejelasan yang ia dapat, justru AR tubuhnya menggigil penuh rasa takut sambil menangis.

“Sebagai kepala sekolah, apalagi sekolah berbasis agamis tentu seharusnya amanat dan berakhlak mulia. Bukan malah menjadi predator bagi murid-muridnya,” katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Oki Ahadian membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan tindak pidana dugaan pencabulan yang menyangkut seorang oknum kepala sekolah SMK swasta di Surabaya.

“Kami menerima laporan tentang tindak pidana asusila pencabulan yaitu menyangkut oknum kepala sekolah swasta di Surabaya, berdasarkan laporan itu kami akan tindak lanjuti, alat bukti dan keterangan saksi-saksi,” pungkas Oki (Don/Han/red)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE