Dampak Larangan Mudik Lebaran, Masyarakat yang Dirugikan

1362

Surabaya | SIGAP88 – Terbitnya Peraturan Menteri Perhubungan No. 13 Tahun 2021 tentang pengendalian transportasi pada masa Hari Raya Idul Fitri 1442 H Tahun 2021, terkesan seolah-olah melarang atau meniadakan mudik pada hari Raya Tahun 2021 , dimulai dari 6 Mei hingga 17 Mei 2021.

Direktur Utama (Dirut) PT Dharma Lautan Utama (DLU) Erwin H . Poedjono menyatakan, larangan mudik ini pasti mempengaruhi pemasukan perusahaan operator pelayaran.

Musim mudik Lebaran (peak season) ini, pasti yang ditunggu tunggu oleh seluruh operator. Harapan operator, masyarakat tetap diberikan kesempatan untuk melakukan pergerakan atau mobilisasi perjalanan dengan persyaratan yang sudah ditetapkan dan sudah dibiasakan masyarakat dalam kenormalan baru.

“Kesannya sekarang itu masyarakat tidak boleh bepergian. Ini tidak menyelesaikan masalah, karena pengecualian pengecualian itu sangat sedikit. Hanya untuk orang sakit. Belajar dari negara lain, bahwa moda transportasi tetap dibuka dengan persyaratan tertentu,” ucap Erwin di sela sela acara buka puasa bersama wartawan Surabaya, keluarga besar Tarung Derajat Jatim dan IPSI Surabaya, Jum’at (30/4/2021)

Jadi sekali lagi, kata Erwin, pihaknya akan mentaati aturan itu dan mengimbau bisa disesuaikan lagi aturannya, agar masyarakat bisa bepergian , tanpa mengabaikan protokol kesehatan.

iklan lebaran
iklan lebaran
iklan lebaran
iklan lebaran
iklan lebaran polsek saronggi
iklan lebaran polsek sapudi
iklan lebaran polsek prenduan
iklan lebaran polsek rubaru
iklan lebaran polsek kangean
iklan lebaran polsek kangayan
iklan lebaran polsek bluto
iklan lebaran pltcamat kangayan
iklan lebaran forkopimka sapeken
iklan lebaran
iklanlebaransman1
iklan lebaran kkks nonggunong
iklan lebaran pemuda nunggunung

“Adanya aturan larangan itu, penurunan penumpang pasti terasa bisa sampai 90 persen. Seperti yang kami alami pada tahun lalu. Alhamdulillah seperti yang kami sampaikan tadi, sesuai harapan pemerintah dan kita semua, angkutan logistik kita persiapkan sebaik baiknya. Walaupun penumpangnya tidak ada. Kita konsisten dengan peran kita untuk sukseskan angkutan logistik dan melakukan pelayanan,” paparnya

Sebelum adanya larangan mudik itu, pihak DLU sudah menyiapkan secara teliti mengenai persiapan mudik Lebaran. Bahkan, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) di Solo menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk melayani masyarakat menggunakan armada kapal.

“DLU betul-betul handal dan siap. Bahkan, reposisi kapal sesuai perkiraan situasi normal. Ini belajar dari tahun lalu di musim pandemi Covid-19. Dalam kondisi new normal ini, pemerintah bisa memberikan petunjuk mudik yang baik,” ungkap Erwin

Menurutnya, adanya larangan Mudik dimulai 6 Mei sampai 17 mei 2021, masyarakat tidak diperkenankan mudik. “Semoga mobilitas penumpang diperketat dengan rapid antigen dan PCR dari 3 kali dalam 24 jam menjadi 1 kali 24 jam,” ujar Erwin

Dijelaskannya, sebenarnya masyarakat sudah terbiasa dengan kenormalan baru. Tidak perlu adanya pelarangan begitu, malah tidak terkontrol nantinya. Bisa jadi, ada tindakan menggunakan akses lain.

Mengenai sterilisasi pelabuhan itu menjadi domain pemerintah. “Jangan sampai ada penumpang gelap. Namun demikian, peraturan daerah lebih berat lagi,” tuturnya.

Untuk mencegah penyebaran wabah Covic-19, masyarakat harus menjalani tes PCR yang harganya Rp 800 ribu.  Bali diperkenankan memakai Ge-Nose yang lebih murah.  Hal ini bukan hanya untuk angkutan laut saja, namun juga penyeberangan.

Dikesempatan yang sama Penasehat PT. DLU,  Bambang Haryo, bahwa larangan transportasi diperberat di darat,  juga dilakukan pengetatan di daerah.

“Kalau mudik malah¬† lebih banyak di rumah. Kalau tidak mudik dan punya duit, misalnya dapat Tunjangan Hari Raya (THR) , masyarakat kota akan lebih padat lagi. Mereka lebih suka mengunjungi tempat wisata dan ancaman pandemi makin besar,” kata¬†politisi partai Gerindra ini

Padahal, sekarang pemerintah lagi getol-getolnya meningkatkan jumlah wisatawan domestik dan mancanegara. 

Sementara DLU sendiri akan tetap melaksanakan dan mematuhi SE dari Menhub itu. Untuk angkutan logistik sudah lancar dan untuk angkutan mudik belum ada tanda-tanda kenaikan signifikan. 

Seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada tahun lalu, masyarakat sudah 2 tahun ini tidak pulang kampung, sesuai anjuran pemerintah untuk menekan dan menghilangkan penyebaran Covid-19.

Dipaparkan mantan anggota DPR-RI ini, adanya pelarangan mudik Lebaran ini, justru masyarakat yang dirugikan, karena seharusnya bisa kumpul dan guyub bersama keluarga di kampung halaman.

“Kini agak berkurang dan keutuhan NKRI berkurang. Dampaknya terhadap¬† ekonomi tetap besar,” tukasnya. (Don/Han)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE