Bupati Sumenep Tekankan Kepada OPD Agar Maksimalkan Serapan Anggaran

180

Sumenep | Sigap88 – Sampai Akhir Semester pertama bulan Juni 2021 serapan anggaran 2021 di seluruh Kabupaten di Jawa Timur terbilang masih cukup rendah. Termasuk juga Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

Sehingga mengakibatkan banyak program yang belum bisa terealisasi dan belum bisa di manfaatkan oleh masyarakat sebagai objek kegiatan.

Hal itu juga terjadi di Kabupaten ujung timur pulau Madura yaitu Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa timur. Walaupun ada yang telah terealisasi seperti infrastruktur jalan, akan tetapi sangat kecil sekali serapannya, lantaran progres kegiatan di lapangan belum maksimal.

Di sampaikan oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi, SH, MH, minimnya serapan tersebut bukan karena keteledoran atau kesengajaan dari pemerintah, akan tetapi di karenakan ada perubahan sistem.

“Rendahnya serapan tersebut dikarenakan perubahan sistem dan perubahan regulasi dalam merealisasikan anggaran daerah,” terangnya kepada media. Kamis (22/7)

Dijelaskan oleh Bupati Fauzi, telatnya realisasi berawal dari perubahan Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD). Dampak ini bukan hanya di tingkat Kabupaten bahkan secara Nasional berdampak.

Bahkan, terlambatnya tender kontraktual, secara otomatis mengakibatkan pencairan termin menjadi molor.

Hal tersebut di sebabkan adanya benturan Peraturan Presiden (Perpres) Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) dan Peraturan Menteri PU (Permen PU).

“Sebenarnya saat ini sudah tender semua. Namun, pencairan atau serapan keuangannya kan tergantung kepada progress pekerjaan kontraktor. Kalau mereka cepat pekerjaanya, maka serapannya akan semakin besar,” jelasnya.

Kendala lain yang mengakibatkan serapan rendah Kata Fauzi, adanya sejumlah OPD yang masih kosong pimpinannya dan hanya dijabat PLT (Pelaksana Tugas) juga menjadi kendala kurang maksimalnya serapan anggaran. Faktor ini berkaitan dengan SDM (Sumber Daya Manusia).

Sesuai aturan, Bupati baru bisa memutasi atau mengisi jabatan di suatu OPD setelah menjabat Bupati selama enam bulan setelah di Lantik.

“Kita ketahui bersama bahwa kendala yang menyolok dikarenakan adanya pandemi Covid-19, yang menyebabkan terhambatnya kegiatan sehingga serapan rendah,” ujarnya.

Maka, pihaknya berharap kepada semua OPD agar disisa 6 bulan ini agar memaksimalkan anggaran. “Sebelum pelaksanaan PAK diharapkan OPD bisa memaksimalkan serapan anggaran dengan meningkatkan kinerja,” tandasnya. (Ain)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE