Bacalon kades Tidak Lolos, Warga Desa Juruan Laok Gelar Aksi

165

Sumenep | Sigap88 – Masyarakat desa Juruan laok kecamatan Batu Putih Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa timur melakukan aksi demo di DPRD Semenep mengecam pemerintah Kabupaten Sumenep dikarenakan salah satu calon Kepala desa (Cakades) tidak lolos dalam penjaringan.

Masyarakat desa Juruan Laok, menganggap produk Perbup Kabupaten Sumenep sarat dengan kepentingan dan ketidak feran tim Pelaksana khususnya Panitla sebagai pelaksana Pemilihan Kepala
Desa Juruan Laok.

“Tim pelaksana pemilihan Kepala desa Juruan laok termasuk pula DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan desa) Sumenep sarat dengan kepentingan dan tidak fair,” kata korlap aksi Edy Kuncir.

Menurutnya Bacalon Kepala desa Juruan Laok, Noer Mahenny sudah mempunyai pengalaman di salah satu OPD di Kabupaten Sumenep.

Apabila mengacu kepada pasal 35 ayat 2 huruf a, menurutnya, bahwa dalam tata cara penilaian dan Pembobotan nilai seleksi tambahan, jika bakal calon lebih dari 5 orang harus dilakukan penilaian syarat Tambahan adalah penilaian yang dilakukan dalam menentukan nomor urut bakal calon kepala desa yang memenuhi persyaratan lebih.
“Empat kreteria Pengalaman di Lembaga Pemerintahan, Pendidikan Usia, termasuk Tes Tulis dan tes wawancara,” ungkapnya.

“Apa yang terjadi terhadap Bacalon NOER MAHENNY, merupakan bentuk ketidak cermatan Pemerintah dan Panitia dalam memberikan skor sebagai nilai pengalaman indikator di kementrian Pekerjaan Umum dari
keputusan Panitia kepada Calon tersebut,” jelasnya.

Bahkan korlap aksi Edy Kuncir menduga ada konspirasi , ambisi kepentingan sehingga apa yang menjadi hak sebagal warga masyarakat yang dijamin oleh
UU untuk dipilih ada upaya penjegalan perampasan hak kepada bakal calon Noer Mahenny.

Karena tidak puas, massa aksi sempat melakukan penyanderaan terhadap Camat Batu putih, karena panitia Pilkades tidak hadir ditengah tengah massa yang menuntut agar supaya Bacalonnya di loloskan. (Ain)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE