ASM IAIN Madura Tuntut Oknum Perusak Fasilitas Kampus

99

Pamekasan | Sigap88 – Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Mahasiswa (ASM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura mendatangi Mapolres Pamekasan, Madura, untuk menyuarakan terkait pengrusakan Aula dan pembakaran pos satpam kampus saat demonstrasi pada Jumat 30 Juli 2021, yang di lakukan oleh oknum Mahasiswa.

Dengan penjagaan ketat oleh personil Polres Pamekasan, Mahasiswa berorasi di timur Mapolres Pamekasan yaitu jalan stadion

Jony sebagai Korlap aksi mengatakan, bahwasanya aksi solidaritas ini untuk memberikan aspirasi terhadap polres Pamekasan agar profesional dalam menindak lanjuti laporan tentang kerusakan yang dialami oleh Kampus IAIN Madura.

“Kami sangat kecewa terhadap kinerja Polres Pamekasan yang mana hingga saat ini hanya dua oknum Mahasiswa yang di amankan oleh Polres Pamekasan,” teriak Jony. Selasa (3/8).

Menurutnya, dalam video yang beredar di media sosial bukan hanya dua orang yang melakukan pengrusakan terhadap fasilitas Kampus IAIN.

“Kami disinii, meminta kepada Polres Pamekasan agar yang terlibat dalam pengrusakan tersebut harus di tindak tegas,” tegasnya.

Bahkan, dirinya mengatakan pengrusakan terhadap fasilitas kampus IAIN tersebut merupakan sebuah tindakan kriminal. “Polres sudah tahu dari video yang beredar siapa saja yang telah melakukan aksi pengrusakan,” terang Jony.

“Tangkap oknum Mahasiswa yang melakukan pengrusakan agar tidak terkesan tebang pilih dalam penanganan kasus ini,” tandasnya.

Sementara itu Kasatreskrim Akp Tomy Prambana, yang saat itu mewakili Kapolres menyampaikan, kami sangat mengapresiasi terhadap para Mahasiswa yang peduli terhadap Polres Pamekasan terkait adanya tindakan yang telah di lakukan oknum Mahasiswa saat melakukan aksi pada Jum’at 30 Juli 2021.

“Menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak konstusional dari rekan rekan Mahasiswa, namun semua itu harus ada ketentuan di dalamnya yang salah satunya adalah tidak melakukan anarkis,” ungkap Akp Tomy

Akp Tomy mengatakan, akan menindak lanjuti persoalan ini dengan profesional. “Dalam penegakan hukum kami tidak semerta merta melakukan penindakan, itu ada prosesnya,” ucapnya.

Lanjut Tomy, Kepada yang dua oknum Mahasiswa, kita tidak melihat itu dari kader mana. “Saya yakin dua oknum tersebut tidak berdiri sendiri, dan kami, tidak akan pandang bulu dalam penegakan hukum, ayo permasalahan ini kita kawal bersama sama,” ajaknya. (By)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE