Anggota DPRD Sumenep Fraksi PKB Soroti PSB

180

Sumenep | Sigap88 – Dalam waktu dekat Lembaga Pendidikan akan membuka penerimaan siswa baru (PSB) termasuk juga Lembaga pendidikan yang ada di Kota Keris Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Semua Lembaga pendidikan telah mempersiapkan diri untuk menerima siswa baru dengan ketentuan persyaratan yang harus dipenuhi.

Hal itu menjadi atensi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) K. Samioedin.

K. Samioedin mengimbau kepada semua lembaga pendidikan harus benar benar transparan memberikan informasi mengenai biaya yang akan di tanggung oleh orang tua calon siswa. “Pihak lembaga harus memperhatikan kemampuan orang tua calon siswa apalagi saat ini dalam masa Pandemi Covid-19, ekonomi masyarakat menurun drastis,” kata Samioedin. Kamis (22/4)

Setiap lembaga kata Samioedin, harus memikirkan kemampuan orang tua calon siswa saat ini, jangan di karenakan biaya yang memberatkan orang tua, calon siswa tidak bisa masuk dalam lembaga sekolah.

“Lembaga sekolah harus benar benar merinci sebelum menentukan patokan pungutan biaya kepada orang tua calon siswa, seperti mengenai uang seragam, uang pembangunan dan biaya yang lain,” terangnya.

Menurutnya, seringkali lembaga sekolah mengumumkan segala biaya yang harus di tanggung oleh orang tua calon siswa setelah pengumuman pelulusan di terima di sekolah tersebut selesai.

Sehingga ada pihak orang tua tidak mampu dengan beban yang harus di tanggung, maka anaknya tidak bisa masuk ke sekolah tersebut, maka pihak sekolah mengganti kepada anak yang orang tuanya mampu membayar.

Hal itu jangan sampai terjadi, lembaga sekolah harus memperhatikan sudut ketidak mampuan orang tua calon siswa. “Mungkin ada kebijakan dari lembaga sekolah dengan memberikan keringanan atau memberikan tenggang waktu dengan cara mengangsur,” ucapnya.

Disampaikan pula oleh politisi senior PKB ini, bahwa setiap sekolah memang membutuhkan biaya, namun setidaknya mengedepankan transparansi agar pihak orang tua calon siswa mengukur kemampuan yang akan di keluarkan.

*Kita harus memperhatikan anak yang berprestasi dari kalangan orang tua yang kurang mampu untuk mendapatkan tempat yang layak untuk mengikuti pendidikan,” tegasnya. (Ain)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE