SURABAYA | SIGAP88 — Kepastian hukum, stabilitas keamanan, dan kebebasan masyarakat menyampaikan aspirasi menjadi bagian penting dalam menjaga iklim investasi sekaligus mendorong pembangunan Jawa Timur.
Persoalan tersebut mengemuka dalam pertemuan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (23/10/2026).
Pertemuan itu menjadi momentum memperkuat koordinasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Polda Jatim dalam menjaga kondusivitas daerah. Namun, stabilitas yang dibutuhkan untuk mendukung pembangunan tidak hanya berkaitan dengan keamanan, melainkan juga kepastian hukum dan komunikasi yang sehat antara pemerintah, aparat, pelaku usaha, serta masyarakat.
Khofifah menilai, kepastian hukum dan stabilitas sosial merupakan dua faktor yang saling berkaitan dalam membangun kepercayaan investor. Lingkungan usaha yang aman dan penegakan hukum yang konsisten dinilai dapat memberikan kepastian bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis dan memperluas investasi.
“Sinergi antara pemerintah daerah dan kepolisian menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa iklim investasi di Jawa Timur tetap kondusif sehingga dunia usaha berkembang dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujar Khofifah.
Menurut dia, daya tarik investasi tidak cukup hanya ditopang peluang ekonomi dan ketersediaan infrastruktur. Kepastian hukum, keamanan, serta hubungan yang baik antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat juga menjadi unsur penting dalam menciptakan lingkungan usaha yang sehat.
Investasi yang berkembang diharapkan tidak berhenti pada peningkatan aktivitas ekonomi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, perluasan kesempatan usaha, dan peningkatan kesejahteraan.
“Iklim usaha yang sehat dapat mendorong penciptaan lapangan kerja, memperluas kesempatan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Ruang Aspirasi Tetap Menjadi Bagian Demokrasi
Di luar kepentingan ekonomi, Khofifah menekankan pentingnya menjaga komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan buruh dan mahasiswa.
Penyampaian aspirasi, menurutnya, merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang perlu direspons melalui dialog terbuka. Perbedaan pandangan tidak semestinya menjadi penghalang komunikasi, melainkan perlu dikelola secara konstruktif dengan tetap menghormati ketentuan hukum.
“Kita perlu terus merawat komunikasi, membuka ruang dialog dan membangun saling pengertian. Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar, tetapi harus kita kelola bersama agar tetap berada dalam koridor hukum serta menjaga suasana yang teduh dan kondusif,” ungkapnya.
Komunikasi yang terjaga dinilai dapat membantu membangun kepercayaan sekaligus mencegah persoalan sosial berkembang menjadi ketegangan yang lebih luas.
Karena itu, pendekatan dialogis menjadi penting dalam menangani persoalan masyarakat. Di saat yang sama, hak warga untuk menyampaikan pendapat perlu dihormati, sementara setiap persoalan tetap ditangani berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Keseimbangan antara stabilitas keamanan dan ruang partisipasi masyarakat menjadi salah satu aspek penting dalam kehidupan daerah. Kondisi yang kondusif diharapkan dapat mendukung kegiatan ekonomi, aktivitas pendidikan, serta kehidupan sosial tanpa mengabaikan hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.
Sinergi Pemerintah dan Kepolisian
Khofifah berharap koordinasi antara Pemprov Jatim dan Polda Jatim terus diperkuat untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, kepastian hukum, perlindungan hak masyarakat, dan keharmonisan sosial.
“Melalui koordinasi dan komunikasi yang berkelanjutan, Jawa Timur diharapkan dapat terus menjaga stabilitas daerah sekaligus memperkuat fondasi pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Sinergi kedua institusi diharapkan tidak hanya menjaga situasi tetap kondusif, tetapi juga mendukung terciptanya kepastian hukum, iklim usaha yang sehat, dan ruang dialog yang terbuka bagi masyarakat Jawa Timur.