SIGAP88
PORTAL BERITA JAWA TIMUR
Advertorial

Bupati Sumenep Tekankan Akhlak Santri sebagai Kunci Membangun Negeri

Oleh Koesnadi   |   23 Oktober 2026   |   02:01 WIB
Bupati Sumenep Tekankan Akhlak Santri sebagai Kunci Membangun Negeri

SUMENEP | SIGAP88 — Penguasaan ilmu pengetahuan saja tidak cukup untuk membangun bangsa. Ilmu harus berjalan beriringan dengan akhlak agar melahirkan pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat. Pesan itulah yang ditekankan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat memimpin apel Hari Santri Nasional 2026 di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep, Kamis (22/10/2026).

Di hadapan ribuan santri, Achmad Fauzi mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari luasnya pengetahuan, tetapi juga dari kemampuan seseorang menerapkan ilmu untuk kebaikan dan kepentingan bersama.

“Ilmu tanpa akhlak ibarat pohon tanpa buah. Ilmu harus memberi manfaat, bukan sekadar menjadi kebanggaan pribadi,” tegasnya.

Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, peringatan Hari Santri Nasional tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi santri dalam menghadapi tantangan bangsa. Santri diharapkan tidak hanya kokoh dalam pemahaman agama, tetapi juga memiliki wawasan luas dan mampu mengikuti perkembangan zaman.

Menurut Achmad Fauzi, tantangan masa depan menuntut generasi muda untuk terus belajar sekaligus menjaga nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Bekal keilmuan perlu diwujudkan melalui perilaku yang baik, kepedulian sosial, dan pengabdian nyata kepada masyarakat.

“Jadilah pribadi yang membawa manfaat. Kehadiran santri harus dirasakan melalui kebaikan dan kepedulian kepada sesama,” pesannya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran santri dalam menjaga kerukunan di tengah masyarakat yang terus menghadapi perubahan. Nilai keagamaan, budaya, dan persatuan perlu dirawat agar perbedaan tidak menjadi sumber perpecahan.

“Santri harus menjadi penyejuk di tengah masyarakat, menjaga persatuan, dan ikut menghadirkan solusi atas berbagai persoalan,” ujarnya.

Pesan tersebut menempatkan santri bukan hanya sebagai bagian dari lingkungan pendidikan pesantren, melainkan juga sebagai elemen masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial. Dengan bekal ilmu, akhlak, dan kepedulian, santri diharapkan mampu mengambil peran dalam pembangunan serta memperkuat kehidupan bermasyarakat.

Apel Hari Santri Nasional 2026 itu turut dihadiri Wakil Bupati Sumenep, Kapolresta, Dandim, Ketua DPRD, jajaran pengurus PCNU Sumenep, para kiai, pengasuh pondok pesantren, tokoh masyarakat, serta ribuan santri dari berbagai wilayah.

Kegiatan berlangsung khidmat dan ditutup dengan doa bersama. Peringatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa membutuhkan generasi yang tidak hanya berilmu, melainkan juga berakhlak dan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi sesama.

BACA BERITA ASLI
Scan QR Code untuk membaca berita lengkap di SIGAP88