SURABAYA | SIGAP88 — Lalu lintas kendaraan berat di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mendapat penataan baru. Pelindo Regional 3 Sub Regional Jawa meresmikan Pos Pantau Lalu Lintas di Jalan Perak Barat sebagai titik pengawasan sekaligus koordinasi untuk mengurai pergerakan truk dan kendaraan Roll-on/Roll-off (Ro-Ro).
Langkah tersebut tidak lepas dari tingginya aktivitas kendaraan yang keluar-masuk kawasan pelabuhan. Dalam kondisi tertentu, pergerakan armada bahkan dapat meningkat tajam ketika dua kapal Ro-Ro melakukan bongkar muat secara bersamaan.
Pelindo mencatat, situasi itu berpotensi mendorong hingga sekitar 200 unit truk bergerak menuju area gate dalam waktu berdekatan.
Sub Regional Head Jawa PT Pelindo, Purwanto Wahyu Widodo, mengatakan keberadaan pos pantau ditujukan untuk memperkuat pengawasan arus kendaraan sekaligus mempercepat koordinasi apabila terjadi kepadatan di lapangan.
“Keberadaan Pos Pantau Lalu Lintas ini merupakan komitmen konkret Pelindo dalam menghadirkan lingkungan kepelabuhanan yang tertib, aman, dan lancar,” kata Purwanto dalam keterangannya di Surabaya, Rabu (7/10/2026)
Pos tersebut nantinya menjadi titik pemantauan bersama antara Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan Port Security Pelindo. Personel gabungan akan melakukan pengawasan serta penertiban pergerakan kendaraan sesuai kondisi operasional pelabuhan.
Namun, pengaturan tidak hanya mengandalkan petugas di jalan.
Pelindo juga menyiapkan buffer area di bekas Kantor BJTI. Area ini difungsikan sebagai tempat transit sementara bagi kendaraan yang belum memasuki jadwal gate-in.
Dengan skema tersebut, truk yang belum waktunya masuk ke area dermaga tidak langsung menumpuk di jalur menuju gate. Kendaraan dapat diarahkan terlebih dahulu ke area penyangga hingga jadwal masuknya tiba.
Buffer area itu juga dilengkapi fasilitas pendukung bagi pengemudi, antara lain kantin, toilet, serta sentra pedagang kaki lima kuliner.
Penataan ini menjadi penting karena arus kendaraan di kawasan pelabuhan sangat bergantung pada dinamika kedatangan dan keberangkatan kapal. Perubahan jadwal sandar maupun persoalan administratif tiket kendaraan dapat ikut memicu penumpukan armada.
Dalam kondisi seperti itu, kecepatan koordinasi menjadi faktor penting agar kepadatan tidak meluas ke ruas jalan di sekitar kawasan pelabuhan.
Pos Pantau Lalu Lintas tersebut sekaligus ditempatkan sebagai titik koordinasi lintas instansi yang melibatkan Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Port Security Pelindo, KSOP Utama Tanjung Perak, Forum Komunitas Pengguna Ro-Ro (FKPR), serta pemangku kepentingan lainnya.
“Pos pantau ini menjadi pusat koordinasi tanggap lintas instansi, dan kami optimistis penataan arus lalu lintas di Tanjung Perak akan semakin efektif dan terintegrasi,” ujar Purwanto.
Bagi kawasan pelabuhan dengan mobilitas kendaraan berat yang tinggi, persoalannya bukan semata bagaimana truk bergerak lebih cepat. Yang tak kalah penting adalah bagaimana kendaraan dapat menunggu tanpa menciptakan antrean baru, bagaimana perubahan jadwal kapal segera direspons, dan bagaimana jalur publik di sekitar pelabuhan tetap terkendali.
Karena itu, efektivitas pos pantau tersebut pada akhirnya akan terlihat bukan dari seremoni peresmiannya, melainkan dari kemampuannya mencegah antrean kendaraan berubah menjadi persoalan lalu lintas di kawasan Perak.