SIGAP88
PORTAL BERITA JAWA TIMUR
Jombang

PT JPN Jombang Disegel, Bau dan Bising Ganggu SMPN 4, Warga Geruduk Pemkab

Oleh Arif Mustofa   |   08 Oktober 2026   |   14:21 WIB
PT JPN Jombang Disegel, Bau dan Bising Ganggu SMPN 4, Warga Geruduk Pemkab

JOMBANG | SIGAP88 — Persoalan lingkungan di sekitar PT Jombang Pangan Nusantara (JPN) memasuki babak baru.

Puluhan warga bersama aktivis LSM Pengawasan Aspirasi Gabungan Masyarakat (PAGAR) Jombang mendatangi pabrik pengolahan ayam PT JPN di Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang, Kamis (8/10/2026).

Aksi tersebut menjadi bentuk protes atas keluhan yang selama ini muncul dari lingkungan sekitar, terutama terkait bau tidak sedap dan suara bising yang diduga berasal dari aktivitas pabrik.

Persoalan itu menjadi sorotan lebih serius karena lokasi SMPN 4 Jombang berada di belakang kawasan pabrik. Gangguan tersebut disebut telah berdampak terhadap aktivitas belajar mengajar di sekolah.

Bahkan, siswa kelas 9 disebut sempat dipulangkan dan mengikuti pembelajaran secara daring akibat kondisi lingkungan yang dinilai tidak kondusif.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Jombang melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait juga telah melakukan inspeksi mendadak ke lokasi PT JPN untuk menindaklanjuti persoalan limbah dan kebisingan yang dikeluhkan masyarakat serta pihak sekolah.

Namun, bagi warga dan massa aksi, langkah tersebut belum cukup.

Mereka mendesak pemerintah daerah mengambil tindakan nyata dan memastikan persoalan tidak berhenti pada pemeriksaan administratif.

Wali Murid: Anak-anak Tak Semestinya Belajar dalam Kondisi Terganggu

M. Gading Setiawan, salah seorang wali murid SMPN 4 Jombang yang ikut menyuarakan persoalan tersebut, mengaku prihatin dengan kondisi yang dialami siswa dan guru.

Menurutnya, informasi mengenai pemulangan siswa kelas 9 dan pelaksanaan pembelajaran secara daring akibat bau serta kebisingan telah dikonfirmasi langsung kepada pihak sekolah.

“Sebagai wali murid siswa SMPN 4 Jombang, saya merasa sangat prihatin dan terganggu dengan kondisi yang harus dialami anak-anak dan para guru di sekolah,” kata Gading di lokasi aksi.

Gading bahkan mendatangi langsung SMPN 4 Jombang untuk memastikan kondisi tersebut.

Ia mengaku mencium sendiri bau tidak sedap dan mendengar suara bising di sekitar sekolah.

“Saya berinisiatif datang langsung ke lokasi SMPN 4 Jombang. Di sana, saya menyaksikan dan merasakan sendiri betapa menyengatnya bau limbah serta bisingnya suara yang dihasilkan pabrik tersebut,” ujarnya.

Ia menilai kondisi tersebut tidak semestinya dibiarkan berlarut-larut, terlebih lingkungan yang terdampak merupakan tempat berlangsungnya proses pendidikan.

“Kondisi lingkungan seperti ini jelas tidak layak dan sangat mengganggu proses belajar mengajar serta kesehatan anak-anak kami,” tegasnya.

Gading berharap pemerintah daerah, dinas terkait, sekolah dan manajemen perusahaan tidak sekadar mencari solusi sementara, tetapi menyelesaikan persoalan hingga tuntas.

“Kami berharap pihak sekolah, dinas terkait, serta manajemen perusahaan dapat segera mengambil tindakan tegas dan menemukan solusi permanen agar lingkungan sekolah kembali aman, nyaman, dan anak-anak bisa belajar tatap muka tanpa terganggu limbah maupun kebisingan,” katanya.

Warga: Bau Disebut Masih Tercium

Keluhan juga datang dari warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi pabrik.

Diki (22), warga perumahan di samping kawasan PT JPN, mengatakan bau tidak sedap masih dirasakan di sekitar bagian belakang pabrik.

“Baunya masih nggak enak seperti bau busuk di area belakang pabrik, beberapa hari yang lalu,” ujar Diki.

Ia meminta Pemkab Jombang tidak mengabaikan keluhan warga.

Bahkan, Diki mendesak pemerintah mengambil tindakan tegas apabila hasil pemeriksaan nantinya membuktikan adanya pelanggaran.

“Harusnya ditutup pabrik ini, karena baunya sangat mengganggu. Harapannya pemerintah tegas bersikap menutup tempat usaha yang mengganggu ini,” tegasnya.

Massa Masuk Pabrik, Alat Produksi Disebut Sudah Tidak Ada

Situasi kemudian berkembang ketika perwakilan massa diperbolehkan masuk ke area pabrik untuk melihat kondisi di dalam.

Agus, koordinator aksi, mengatakan dari peninjauan tersebut massa mendapati tidak adanya aktivitas usaha di dalam lokasi.

“Dari hasil peninjauan ke dalam pabrik, ini tadi sudah tidak ada kegiatan usaha dan alat produksi sudah tidak ada,” kata Agus.

Setelah peninjauan, massa bersama petugas Satpol PP kemudian melakukan penyegelan pada pintu masuk lokasi pabrik.

Penyegelan tersebut dilakukan sebagai bentuk tuntutan agar aktivitas PT JPN benar-benar berhenti selama persoalan yang dikeluhkan masyarakat belum mendapatkan kepastian penyelesaian.

“Dengan ini kita tutup pabrik, kita segel pintu pabrik bersama masyarakat dan disaksikan Satpol PP, agar ada kepastian bahwa pabrik ini benar-benar tak beroperasi sehingga tidak merugikan masyarakat, khususnya pelajar SMPN 4 Jombang,” ujar Agus.

Aksi tidak berhenti di lokasi pabrik.

Usai penyegelan, massa bergerak menuju Kantor Pemerintah Kabupaten Jombang untuk menyampaikan tuntutan secara langsung kepada pemerintah daerah.

Kini, sorotan publik berada pada langkah Pemkab Jombang berikutnya: apakah persoalan PT JPN akan berhenti pada inspeksi dan penyegelan, atau berlanjut pada pemeriksaan menyeluruh terhadap dugaan gangguan lingkungan serta kepastian nasib kegiatan usaha di lokasi tersebut.

BACA BERITA ASLI
Scan QR Code untuk membaca berita lengkap di SIGAP88