PAMEKASAN | SIGAP88 — Arah keuangan Kabupaten Pamekasan untuk 2027 mulai terlihat setelah Bupati Pamekasan Kholilurrahman menyampaikan Nota Keuangan Rancangan APBD (R-APBD) Tahun Anggaran 2027 dalam rapat paripurna DPRD Pamekasan, Rabu (7/10/2026).
Penyampaian nota keuangan tersebut menjadi tahap awal pembahasan antara pemerintah daerah dan DPRD sebelum angka-angka dalam R-APBD 2027 dibedah lebih jauh, termasuk kemampuan pendapatan daerah, besaran belanja, hingga dukungan anggaran terhadap program pembangunan.
Dalam paparannya, Kholilurrahman mengatakan R-APBD 2027 disusun sebagai instrumen kebijakan pemerintah daerah dalam mengatur penerimaan, belanja dan pembiayaan. Penyusunannya diarahkan agar tetap sejalan dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah serta kebijakan fiskal pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Menurutnya, rancangan APBD 2027 juga diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan berbagai sumber daya pembangunan, mulai dari sumber daya alam, sumber daya manusia, investasi hingga modal sosial.
“Rancangan APBD Kabupaten Pamekasan Tahun Anggaran 2027 disusun dalam rangka melaksanakan tema pembangunan yang tertuang dalam RKPD Tahun 2027,” ujar Kholilurrahman.
Ia menegaskan, R-APBD tersebut selanjutnya akan dibahas bersama DPRD sesuai mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
DPRD: Kondisi Fiskal Diprediksi Lebih Longgar
Ketua DPRD Pamekasan Ali Maskur melihat kondisi keuangan daerah pada 2027 berpotensi lebih baik dibandingkan 2026.
Ia menyebut mulai adanya ruang efisiensi dari pemerintah pusat menjadi salah satu faktor yang diharapkan dapat memberikan ruang fiskal lebih besar bagi daerah.
“Insyaallah tahun yang akan datang ini agak sedikit normal dibandingkan tahun ini. Insyaallah akan sedikit normal dan efisiensi sudah mulai dibuka walaupun pelan sekali oleh pemerintah pusat,” kata Ali Maskur.
Menurutnya, kondisi tersebut diharapkan tidak berhenti pada perbaikan angka dalam struktur APBD, tetapi benar-benar berdampak terhadap masyarakat.
“Semoga ini juga membawa keberkesanan dan kemanfaatan bagi masyarakat Pamekasan,” ujarnya.
Visi-Misi Bupati Mulai Didorong Bertahap
Ali Maskur juga optimistis visi dan misi pemerintahan Kholilurrahman mulai dapat dijalankan secara bertahap melalui kebijakan anggaran 2027.
Namun, ia menegaskan pelaksanaannya tidak bisa sekaligus mengingat kemampuan fiskal daerah harus disesuaikan dengan pendapatan yang tersedia.
“Akan terlaksana sedikit demi sedikit, dicicil,” katanya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pembahasan APBD 2027 tidak hanya berkutat pada besaran anggaran, tetapi juga menyangkut kemampuan pemerintah daerah menerjemahkan visi pembangunan ke dalam program yang realistis dan terukur.
Transfer Pusat Diproyeksikan Bertambah Rp3–5 Miliar
Soal besaran APBD 2027, Ali Maskur mengatakan DPRD masih belum menghitung secara final proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun dana transfer dari pemerintah pusat.
Menurut dia, angka tersebut masih akan dihitung dengan mempertimbangkan PAD serta berbagai skema transfer, termasuk Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan transfer lainnya.
“Transfer APBN dan pendapatan asli daerah itu belum kami hitung. Biasanya kalau kami menyampaikan itu di akhir tahun,” jelasnya.
Meski belum menjadi angka final, Ali menyebut ada informasi awal mengenai potensi kenaikan dana transfer dari pemerintah pusat sekitar Rp3 miliar hingga Rp5 miliar.
“Insyaallah bertambah dari tahun ini. Kabarnya sekitar Rp3 sampai Rp5 miliar tambahnya,” katanya.
Bagi daerah, tambahan tersebut memang relatif terbatas jika dibandingkan dengan keseluruhan kebutuhan pembangunan. Namun, Ali menilai ruang tambahan tersebut tetap penting di tengah upaya pemerintah daerah menjaga kemampuan pembiayaan pembangunan.
Tahap berikutnya akan menentukan bagaimana proyeksi pendapatan tersebut diterjemahkan menjadi belanja daerah dan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat Pamekasan.
Dengan demikian, pembahasan R-APBD 2027 tidak berhenti pada pertanyaan berapa besar anggarannya, tetapi juga ke mana anggaran tersebut diarahkan dan seberapa besar manfaatnya bagi publik.