SURABAYA | SIGAP88 — Bukan sekadar seremoni HUT Jatim, tetapi bagaimana momentum hari jadi diterjemahkan menjadi layanan yang langsung menyentuh masyarakat.
Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur tidak hanya diisi seremoni pemerintahan. Sejumlah kegiatan disiapkan dengan menyentuh langsung masyarakat, mulai dari majelis sholawat, layanan servis sepeda motor gratis, pemeriksaan mata hingga rangkaian kegiatan sosial dan ekonomi.
Rangkaian peringatan tahun 2026 yang mengusung tema “Jatim Unggul, Maju, Berkelanjutan” tersebut mulai memasuki agenda utama pada Rabu malam, 7 Oktober 2026.
Pembukaan digelar melalui Majelis Jawa Timur Bersholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf di halaman Gedung DPRD Jawa Timur, Jalan Indrapura, Surabaya.
Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB itu terbuka bagi masyarakat. Ribuan jemaah diperkirakan akan memadati kawasan sekitar gedung DPRD Jatim.
Panitia bahkan menyiapkan sekitar 20.000 porsi konsumsi untuk peserta. Rekayasa lalu lintas juga diberlakukan dengan penutupan arus di depan Gedung DPRD Jawa Timur guna mengantisipasi kepadatan selama kegiatan berlangsung.
Sekretaris DPRD Jawa Timur M. Ali Kuncoro mengatakan majelis sholawat tersebut menjadi bagian dari konsep “Harja Five Vibes” yang digagas Sekretariat DPRD Jatim.
Konsep itu menggabungkan lima nuansa dalam rangkaian peringatan, antara lain religi, kenegaraan, seni budaya dan napak tilas sejarah.
“Ini kegiatan kali pertama dilaksanakan di Gedung DPRD Jatim. Kami mengundang seluruh masyarakat untuk hadir bersholawat bersama guna menebar energi yang teduh bagi Jawa Timur,” kata Ali dalam keterangan di Surabaya, Selasa (6/10/2026).
Namun, rangkaian peringatan Hari Jadi Jatim tidak berhenti pada kegiatan di lingkungan pemerintahan.
Salah satu agenda yang langsung menyasar kebutuhan masyarakat adalah bakti sosial servis 8.100 sepeda motor secara gratis yang digelar serentak di 38 kabupaten/kota.
Layanan tersebut dijadwalkan berlangsung Kamis, 8 Oktober 2026, pukul 08.00 hingga 15.00 WIB di bengkel jurusan Teknik Sepeda Motor pada 350 SMK negeri dan swasta di Jawa Timur.
Program tersebut melibatkan para pelajar SMK dengan pendampingan sekolah dan industri mitra. Sasaran utamanya adalah sepeda motor milik masyarakat umum.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan masyarakat tidak perlu melakukan pendaftaran secara daring.
Warga cukup datang langsung ke SMK terdekat yang menjadi lokasi pelayanan.
“On the spot. Masyarakat tidak perlu khawatir karena layanan dijamin aman melalui pengawasan quality control langsung dari pihak sekolah dan industri mitra,” ujarnya.
Informasi mengenai lokasi SMK yang memberikan layanan dapat diketahui melalui kode QR pada poster resmi yang dibagikan melalui akun media sosial Dinas Pendidikan Jawa Timur.
Selain servis kendaraan, kegiatan sosial juga menyasar sektor pendidikan dan kesehatan.
Di bawah koordinasi Baznas Jawa Timur, digelar pemeriksaan mata sekaligus pembagian kacamata gratis bagi guru PAUD dan RA di seluruh Jawa Timur.
Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sosial dalam momentum Hari Jadi Jatim ke-81, dengan sasaran kelompok masyarakat yang dinilai membutuhkan dukungan secara langsung.
Di sisi lain, rangkaian peringatan juga memiliki dimensi sejarah.
Kabiro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur Lilik Pudjiastuti mengatakan rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah ke sejumlah makam tokoh penting Jawa Timur dan bangsa Indonesia.
Di antaranya makam Presiden pertama RI Soekarno di Blitar, makam Gubernur Jawa Timur pertama Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo atau Gubernur Suryo di Magetan, serta makam Gubernur R.P. Mohammad Noer di Sampang.
Menurut Lilik, ziarah tersebut menjadi bagian dari upaya mengenang jasa para pendahulu sekaligus memperkuat semangat kebangsaan.
Rangkaian lainnya mencakup Jatim Fest dan East Java Investment Forum (EJIF). Pameran yang berlangsung di Grand City Surabaya tersebut telah dimulai sejak 2 Oktober 2026 dan turut menjadi bagian dari agenda peringatan Hari Jadi Jatim.
Agenda kenegaraan kemudian berlanjut dengan Rapat Paripurna Istimewa DPRD Jawa Timur, upacara peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur serta sidang paripurna di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Dengan beragam agenda tersebut, peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Timur tahun ini tidak hanya diarahkan menjadi momentum seremonial, tetapi juga ruang untuk menghadirkan pelayanan, kegiatan sosial, penguatan ekonomi, kebudayaan dan penghormatan terhadap sejarah daerah.
Di tengah usia Jawa Timur yang memasuki 81 tahun, rangkaian kegiatan tersebut sekaligus menjadi ujian sejauh mana momentum hari jadi dapat diterjemahkan menjadi kegiatan yang benar-benar dirasakan masyarakat.