SIGAP88
PORTAL BERITA JAWA TIMUR
Politik & Pemerintahan

38.075 Rumah Warga Ditangani, Khofifah Tegaskan Sinergi TNI dan Rakyat di Jawa Timur

Oleh Tudji   |   05 Oktober 2026   |   15:39 WIB
38.075 Rumah Warga Ditangani, Khofifah Tegaskan Sinergi TNI dan Rakyat di Jawa Timur

SURABAYA | SIGAP88 — Pengabdian TNI kepada rakyat tidak hanya terlihat dari tugas menjaga kedaulatan negara. Di Jawa Timur, kerja bersama TNI dan pemerintah daerah juga menyentuh persoalan paling dekat dengan kehidupan warga, mulai dari rumah tidak layak huni hingga kebutuhan sanitasi keluarga.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memperingati HUT ke-81 TNI, Senin (5/10/2026).

Khofifah menyampaikan penghargaan kepada seluruh prajurit TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara atas pengabdian dalam menjaga keutuhan NKRI sekaligus membantu masyarakat dalam berbagai kondisi.

Menurutnya, tema HUT ke-81 TNI, “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur”, bukan sekadar slogan. Tema tersebut, kata dia, menggambarkan pentingnya hubungan antara kekuatan pertahanan negara dengan kepercayaan masyarakat.

“TNI kuat bersama rakyat adalah semangat untuk terus menjaga kedekatan dan kepercayaan. Ketika prajurit hadir, peduli, dan bekerja bersama masyarakat, di situlah kemanunggalan semakin kokoh dan semangat gotong royong terus tumbuh,” ujar Khofifah.

Di Jawa Timur, hubungan tersebut salah satunya diwujudkan melalui program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH).

Sepanjang 2019 hingga 2025, Pemprov Jawa Timur bersama TNI telah menangani 38.075 unit rumah melalui dukungan APBD Provinsi Jawa Timur.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 35.401 unit ditangani melalui kerja sama dengan Kodam V/Brawijaya, sedangkan 2.674 unit melalui kerja sama dengan Kodaeral V.

Kolaborasi dengan Kodam V/Brawijaya juga mencakup pembangunan 2.062 jamban keluarga pada periode yang sama.

Program tersebut tidak berhenti pada perbaikan bangunan. Intervensi terhadap rumah dan sanitasi diarahkan untuk membantu keluarga memperoleh tempat tinggal yang lebih layak sekaligus lingkungan yang lebih sehat.

“Di Jawa Timur, kita merasakan manfaat kerja bersama dengan TNI. Para prajurit turut membantu masyarakat memiliki rumah yang lebih layak dan lingkungan yang lebih baik. Pengabdian seperti ini sangat berarti bagi keluarga penerima manfaat dan semakin mempererat hubungan TNI dengan rakyat,” kata Khofifah.

Kerja sama tersebut berlanjut pada 2026.

Pemprov Jawa Timur menargetkan 1.700 unit rumah diperbaiki melalui kerja sama dengan Kodam V/Brawijaya yang tersebar di 18 kabupaten. Selain itu, sebanyak 220 unit rumah dialokasikan untuk ditangani melalui kerja sama dengan Kodaeral V.

Khofifah menekankan agar pelaksanaan program tidak sekadar mengejar jumlah rumah yang selesai diperbaiki. Ketepatan sasaran, kualitas pekerjaan, dan keberlanjutan manfaat menjadi bagian penting agar bantuan benar-benar berdampak terhadap kehidupan keluarga penerima.

“Kerja bersama seperti ini harus terus kita jaga. Ketika pemerintah, TNI, dan masyarakat bergerak dalam satu semangat, maka berbagai persoalan di lapangan dapat ditangani dengan lebih cepat dan manfaatnya bisa dirasakan secara langsung,” tuturnya.

Bagi Khofifah, keterlibatan TNI dalam program sosial tersebut menunjukkan bahwa pengabdian kepada rakyat memiliki ruang yang luas. Ketika masyarakat menghadapi persoalan kebutuhan dasar, pembangunan fasilitas sederhana, maupun kondisi darurat, kerja lintas sektor menjadi penting.

Hal serupa, menurutnya, diperlukan dalam penanganan bencana dan kegiatan kemanusiaan.

Jawa Timur membutuhkan koordinasi dan kesiapsiagaan antara pemerintah daerah, TNI, masyarakat, serta unsur terkait lainnya agar pertolongan dapat diberikan secara cepat ketika bencana terjadi.

Kehadiran prajurit di tengah masyarakat dalam situasi bencana maupun kegiatan sosial juga dinilai memperkuat ketahanan sosial di tingkat wilayah.

Khofifah mengatakan cita-cita Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur merupakan tanggung jawab bersama. Kedaulatan memberikan fondasi keamanan, sementara pembangunan harus memastikan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.

Karena itu, momentum HUT ke-81 TNI diajak tidak berhenti pada seremoni penghormatan terhadap institusi pertahanan. Peringatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat persatuan, gotong royong, dan kepercayaan antara TNI dengan masyarakat.

“Semoga TNI semakin profesional, semakin dekat dengan rakyat, dan senantiasa diberikan kekuatan serta keselamatan dalam menjalankan tugas. Bersama rakyat, kita jaga Indonesia tetap berdaulat dan terus bergerak menuju kehidupan yang semakin adil dan makmur,” pungkas Khofifah.

BACA BERITA ASLI
Scan QR Code untuk membaca berita lengkap di SIGAP88