SIGAP88
PORTAL BERITA JAWA TIMUR
Hukrim

Dekananto Eko Purwono Ditunjuk Jadi Kapolda Jatim, Pernah Tangani Konflik Silat

Oleh Abdul Hanan   |   03 Oktober 2026   |   09:42 WIB
Dekananto Eko Purwono Ditunjuk Jadi Kapolda Jatim, Pernah Tangani Konflik Silat

SURABAYA | SIGAP88 — Jawa Timur kembali menjadi bagian penting dalam perjalanan karier Irjen Pol Dekananto Eko Purwono. Setelah pernah bertugas sebagai pejabat utama Polda Jatim, perwira tinggi Polri kelahiran Bojonegoro itu kini kembali dengan tanggung jawab yang jauh lebih besar: memimpin Polda Jawa Timur.

Dekananto ditunjuk sebagai Kapolda Jatim menggantikan Irjen Pol Nanang Avianto. Pergantian tersebut tercantum dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP/2026 tertanggal 2 Oktober 2026.

Dalam telegram yang sama, Nanang Avianto mendapat penugasan baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.

Penunjukan Dekananto menjadi Kapolda Jatim sekaligus membawanya kembali ke wilayah yang pernah menjadi bagian penting dari perjalanan tugasnya.

Lulusan Akademi Kepolisian 1994 itu dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang intelijen dan keamanan. Ia lahir di Bojonegoro pada 8 Agustus 1972 dan mulai mendapat perhatian dalam perjalanan kariernya ketika dipercaya menjabat Kapolres Tabanan, Polda Bali, pada 2012.

Kariernya kemudian bergerak ke sejumlah posisi strategis di lingkungan Polri. Pada 2018, Dekananto dipercaya menduduki jabatan Kasubdit Kehidupan Bernegara Ditsosbud Baintelkam Polri.

Pengalaman tersebut memperkuat rekam jejaknya di bidang intelijen yang kemudian membawanya kembali ke Jawa Timur.

Pernah Menangani Dinamika Jatim

Pada 2022, Dekananto menjabat Direktur Intelijen dan Keamanan Polda Jatim. Posisi itu menempatkannya berhadapan dengan beragam persoalan keamanan dan dinamika sosial di wilayah Jawa Timur.

Salah satu agenda yang menonjol adalah penertiban tugu perguruan silat yang dinilai berpotensi menjadi pemicu gesekan antarkelompok.

Sebanyak 686 tugu perguruan silat di sejumlah daerah Jawa Timur dibongkar atau dialihfungsikan menjadi Tugu Pancasila. Kebijakan tersebut diarahkan untuk mengurangi simbol-simbol yang berpotensi memperuncing persaingan antarkelompok perguruan pencak silat.

Upaya tersebut juga mendapat dukungan Bakesbangpol Jawa Timur yang sebelumnya menerbitkan surat edaran pada 26 Juni 2023 mengenai penertiban tugu perguruan silat.

Namun pekerjaan Dekananto di Jawa Timur tidak hanya berkutat pada persoalan simbol dan potensi konflik antarkelompok.

Sebagai pejabat intelijen, ia juga dituntut membaca perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, membangun komunikasi dengan berbagai elemen, serta menjaga hubungan dengan kelompok-kelompok masyarakat yang memiliki pengaruh terhadap dinamika sosial di Jawa Timur, termasuk komunitas suporter sepak bola.

Dari Jawa Timur ke Panggung Nasional

Setelah sekitar dua tahun menjadi Dirintelkam Polda Jatim, Dekananto mendapat penugasan sebagai Dirintelkam Polda Metro Jaya pada 2024.

Kariernya kemudian bergerak ke tingkat yang lebih strategis. Pada 2025, ia dipercaya menjadi Direktur Politik Baintelkam Polri menggantikan Brigjen Pol Deddy Kusuma Bakti.

Jabatan tersebut menempatkannya dalam struktur Baintelkam Polri yang menangani bidang politik sebagai bagian dari fungsi intelijen keamanan.

Tidak lama kemudian, Dekananto kembali ke Polda Metro Jaya. Pada 5 Agustus 2025, ia dilantik sebagai Wakapolda Metro Jaya.

Dalam posisi tersebut, ia berada di jajaran pimpinan Polda Metro Jaya dan membantu Kapolda dalam menjalankan tugas kepolisian di wilayah hukum ibu kota.

Sekitar tujuh bulan kemudian, Dekananto menerima Satya Lencana Wira Karya dari Presiden Prabowo Subianto.

Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusinya dalam mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Jenjang kariernya kembali meningkat pada September 2026. Dekananto resmi menyandang pangkat Inspektur Jenderal Polisi atau bintang dua pada 2 September 2026.

Kenaikan pangkat itu berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 82/Polri/Tahun 2026 tertanggal 1 September 2026 tentang Kenaikan Pangkat ke dan Dalam Golongan Perwira Tinggi Polri.

Sebulan kemudian, telegram Kapolri menempatkannya sebagai Kapolda Jawa Timur.

Kembali dengan Tantangan Lebih Besar

Kembalinya Dekananto ke Jawa Timur kali ini berbeda dengan penugasannya sebelumnya.

Jika dahulu ia berada di Direktorat Intelkam dengan fokus pada fungsi intelijen dan keamanan, kini ia memegang kendali sebagai Kapolda atas seluruh jajaran kepolisian di provinsi tersebut.

Tantangannya pun tidak ringan.

Jawa Timur merupakan wilayah dengan karakter sosial yang sangat beragam. Persoalan keamanan tidak hanya berkaitan dengan kriminalitas, tetapi juga potensi konflik sosial, dinamika kelompok masyarakat, aktivitas perguruan pencak silat, hingga rivalitas dan mobilitas suporter sepak bola.

Pengalaman Dekananto di bidang intelijen menjadi salah satu modal dalam membaca berbagai dinamika tersebut.

Namun sebagai Kapolda, ia tidak hanya dituntut mampu membaca potensi gangguan keamanan. Ia juga harus memastikan langkah kepolisian diterjemahkan secara efektif di lapangan, sekaligus menjaga komunikasi dengan masyarakat dan berbagai kelompok yang menjadi bagian dari kehidupan sosial Jawa Timur.

Kini, perwira tinggi yang pernah menangani persoalan keamanan Jawa Timur dari ruang intelijen itu kembali ke provinsi kelahirannya.

Bukan lagi sebagai pejabat intelijen.

Melainkan sebagai orang nomor satu di Polda Jawa Timur.

BACA BERITA ASLI
Scan QR Code untuk membaca berita lengkap di SIGAP88