JOMBANG | SIGAP88 — Bau menyengat yang diduga berasal dari limbah cair aktivitas pemotongan ayam kembali mengganggu kegiatan belajar di SMP Negeri 4 Jombang, Rabu (30/9/2026).
Gangguan tersebut membuat pihak sekolah mengambil keputusan memulangkan siswa lebih awal. Bau disebut kembali masuk hingga ke ruang kelas dan membuat sejumlah siswa mengeluhkan mual, tidak nyaman, serta kesulitan berkonsentrasi mengikuti pembelajaran.
Kepala SMPN 4 Jombang, Agus Tri Prastyo, membenarkan pemulangan siswa tersebut.
“Benar, tadi siang kami kembali memulangkan siswa lebih awal. Karena bau menyengat dari limbah cair pabrik pemotongan ayam kembali muncul dan masuk ke ruang kelas,” kata Agus.
Menurut dia, keputusan tersebut diambil demi kesehatan dan kenyamanan siswa. Persoalan bau juga disebut sudah berulang sehingga sekolah berharap penanganannya tidak berhenti pada tindakan sementara.
“Kami terpaksa mengambil kebijakan memulangkan demi kesehatan dan kenyamanan siswa. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait dan berharap ada solusi permanen, karena ini sudah berulang kali terjadi,” ujarnya.
PT Jombang Pangan Nusantara (JPN), yang disebut bergerak di bidang pemotongan ayam, berada di sekitar lingkungan sekolah. Persoalan kembali mencuat setelah bau limbah tercium hingga kawasan SMPN 4 Jombang.
Pantauan SIGAP88 di lokasi, tak lama setelah siswa dipulangkan, tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang bersama Satpol PP Jombang datang melakukan peninjauan ke lingkungan sekolah dan area sekitar pabrik.
Hasilnya, adanya limbah cair yang meluber menuju saluran drainase umum. Kondisi saluran juga terlihat terganggu akibat adanya endapan lemak dan kotoran sisa olahan.
Temuan di lapangan tersebut kemudian menjadi bagian dari penanganan persoalan yang kembali dikeluhkan setelah bau limbah mengganggu aktivitas belajar siswa.
Agus menjelaskan, fasilitas di lokasi tersebut semestinya digunakan untuk kegiatan pengemasan ayam. Namun, menurut keterangannya, pekerja masih melakukan aktivitas pencucian daging sehingga menghasilkan limbah cair yang kemudian berpotensi menyebabkan saluran meluap.
Perusahaan Sebelumnya Minta Maaf
Sebelum kejadian kembali muncul, pemilik PT JPN, Atta dan Anisa, disebut telah mendatangi pihak sekolah untuk menyampaikan permintaan maaf.
Dalam pertemuan tersebut, perusahaan disebut mengakui adanya kecerobohan pekerja.
Perusahaan kemudian mendatangkan truk penyedot untuk menguras endapan limbah serta melakukan penyemprotan cairan penetral bau.
Pihak perusahaan juga berjanji menghentikan aktivitas pembersihan daging di lokasi tersebut.
Namun, munculnya kembali bau pada Rabu siang membuat persoalan tersebut kembali menjadi perhatian. Langkah penanganan selanjutnya dinilai penting untuk memastikan gangguan tidak kembali terjadi di lingkungan sekolah.
DLH: Limbah Harus Segera Dibersihkan
Kepala DLH Kabupaten Jombang, Miiftahul Ulum, menyampaikan bahwa limbah yang menimbulkan bau harus segera dibersihkan.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun Instagram DLH Jombang setelah tim melakukan peninjauan ke lokasi.
“Karena limbah tersebut menimbulkan bau, maka harus segera dibersihkan. Nanti akan kita monev hasilnya bagaimana,” ujar Ulum.
DLH selanjutnya akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penanganan limbah tersebut.
Bagi pihak sekolah, persoalan ini bukan sekadar gangguan bau. Ketika kondisi lingkungan kembali berdampak terhadap proses belajar hingga siswa harus dipulangkan, penyelesaian permanen menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius.