SURABAYA | SIGAP88 — Persaudaraan Indonesia dan Palestina tidak hanya hidup melalui doa dan solidaritas kemanusiaan. Hubungan tersebut juga membutuhkan ruang komunikasi dan kerja sama nyata agar dukungan masyarakat dapat berkembang menjadi langkah yang memberi manfaat bagi kedua bangsa.
Pesan itu mengemuka dalam pertemuan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan tiga tokoh Palestina di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Minggu (27/9/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri Utusan Khusus dan Penasihat Presiden Palestina Bidang Keagamaan dan Islam Mahmoud Sedqi Abdalrahman Alhabbash, Imam Besar Masjid Al-Aqsa Mohammad Ahmed Mohammed Hussein, serta Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfatah Ahmed Khalil Al-Sattari.
Bagi Jawa Timur, pertemuan ini menjadi bagian dari upaya merawat hubungan persaudaraan yang selama ini tumbuh di tengah masyarakat. Kedekatan tersebut tidak semata-mata bertumpu pada hubungan keagamaan, tetapi juga pada kepedulian terhadap kemanusiaan dan harapan bagi perdamaian Palestina.
Khofifah menegaskan, Palestina memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat Jawa Timur. Karena itu, komunikasi dan hubungan persaudaraan perlu terus dipelihara, sekaligus diarahkan pada peluang kerja sama yang produktif.
“Bagi Jawa Timur, Palestina bukanlah sesuatu yang jauh. Ada kedekatan emosional, keagamaan, dan kemanusiaan yang selama ini tumbuh kuat di tengah masyarakat kita. Kehadiran para tokoh Palestina di Jawa Timur menjadi momentum untuk terus merawat dan memperkuat persaudaraan tersebut,” ujar Khofifah.
Menurutnya, pertemuan itu membuka ruang untuk membangun komunikasi lebih luas, sehingga hubungan yang telah terjalin dapat melahirkan berbagai bentuk kerja sama yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia dan Palestina.
Dukungan tersebut, kata Khofifah, diharapkan tidak berhenti pada pertemuan antartokoh, melainkan terus berkembang melalui berbagai ruang persaudaraan yang membawa pesan perdamaian dan kemanusiaan.
“Dari Jawa Timur, kami ingin terus membangun ruang-ruang persaudaraan yang membawa pesan perdamaian dan kemanusiaan. Semoga dari pertemuan ini lahir semakin banyak kebaikan untuk masyarakat Indonesia dan Palestina,” katanya.
Masjid Al-Aqsa dan Doa untuk Gaza
Kehadiran Imam Besar Masjid Al-Aqsa Mohammad Ahmed Mohammed Hussein memberikan dimensi tersendiri dalam pertemuan tersebut.
Bagi umat Islam, Masjid Al-Aqsa memiliki kedudukan penting dalam kehidupan keagamaan sekaligus menjadi simbol yang menghubungkan umat Islam di berbagai belahan dunia.
Khofifah menyampaikan penghormatan atas kehadiran para tokoh Palestina dan berharap komunikasi yang telah terbangun dapat berlanjut dalam pertemuan-pertemuan berikutnya dengan agenda yang lebih produktif.
Perhatian khusus juga disampaikan kepada masyarakat Palestina, terutama warga Gaza, yang menghadapi situasi kemanusiaan berat.
“Terima kasih atas kunjungannya di Jawa Timur. Mudah-mudahan pertemuan yang akan datang bisa lebih produktif lagi. Mudah-mudahan masyarakat Palestina, terutama yang ada di Gaza, Allah anugerahkan kesehatan, kekuatan, kesabaran, dan terus bisa bangkit menempuh kehidupan yang penuh kemuliaan dari Allah SWT,” ungkapnya.
Khofifah menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama masyarakat akan terus menyampaikan dukungan dan doa bagi perdamaian serta keselamatan rakyat Palestina.
“Insyaallah, Gubernur Jawa Timur bersama seluruh masyarakat Jawa Timur akan terus mendukung dan mendoakan perdamaian serta kebaikan untuk Palestina. Semoga Allah memberikan kekuatan, keselamatan, dan kemuliaan bagi seluruh masyarakat Palestina,” pungkasnya.
Palestina Ingin Persahabatan Berbuah Kerja Sama Antarbangsa
Dari pihak Palestina, Mahmoud Sedqi Abdalrahman Alhabbash menyampaikan apresiasi atas sambutan Khofifah dan jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Ia menyebut pertemuan tersebut sebagai kesempatan penting untuk memperkuat hubungan persahabatan antara masyarakat Indonesia dan Palestina. Dalam dialog itu, delegasi Palestina juga menyampaikan perkembangan kondisi yang tengah dihadapi rakyat Palestina.
Alhabbash menjelaskan, penderitaan masyarakat Palestina akibat pendudukan menjadi bagian dari pembicaraan bersama Gubernur Jawa Timur dan para undangan.
“Hari ini kami merasa terhormat sekali, utamanya karena sambutan Gubernur Jawa Timur untuk kunjungan kami. Alhamdulillah, kami sudah membicarakan hubungan persahabatan antara masyarakat Indonesia dengan masyarakat Palestina dan sudah juga kami terangkan bagaimana kondisi saat ini di Palestina, bagaimana penderitaan masyarakat Palestina dengan penjajahan-penjajahan tersebut,” terangnya.
Di hadapan Khofifah dan para tokoh yang hadir, Alhabbash menegaskan bahwa rakyat Palestina akan tetap mempertahankan keberadaan mereka di tanah airnya.
Ia menyatakan, perjuangan mempertahankan Palestina merupakan bagian dari tekad rakyat Palestina yang telah hidup di wilayah tersebut selama ribuan tahun.
“Kami yakinkan kepada Ibu Gubernur dan para yang hadir dalam pertemuan ini bahwa kami akan tetap mempertahankan Palestina. Kami tidak akan keluar dari Palestina dan kami tetap memperjuangkan Palestina tetap ada. Ribuan tahun kami telah berada di sana, maka kami tetap memperjuangkan itu,” katanya.
Lebih jauh, pembicaraan antara kedua pihak juga mencakup peluang kerja sama serta kemungkinan merealisasikan sejumlah program yang dapat mendukung perjuangan dan kepentingan masyarakat Palestina.
Alhabbash berharap, komunikasi yang telah berlangsung tidak berhenti sebagai pertemuan diplomatik atau hubungan antarpemimpin. Ia menginginkan pembicaraan tersebut ditindaklanjuti menjadi kerja sama yang lebih konkret dan melibatkan masyarakat kedua negara.
“Pembicaraan tentang kerja sama dan juga realisasi program-program untuk mendukung perjuangan Palestina sudah kami perbincangkan bersama-sama. Semoga apa yang saya sampaikan tadi dapat terwujud dari kerja sama dua pemimpin ini menjadi kerja sama antar dua bangsa dan rakyat yang besar ini,” pungkasnya.
Pertemuan di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya itu turut dihadiri perwakilan PWNU, PW Muhammadiyah, PW LDII Jawa Timur, Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya Ali Aziz, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Di tengah kuatnya ikatan solidaritas Indonesia-Palestina, tindak lanjut pembicaraan dan realisasi program kerja sama menjadi bagian penting untuk menjaga agar persaudaraan kedua bangsa terus tumbuh melalui langkah yang nyata.