PAMEKASAN | SIGAP88 — Persoalan pertanian tidak selalu terlihat dari balik meja. Di tengah lahan semangka Desa Peltong, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, kondisi petani dibaca melalui percakapan langsung.
Koramil 0826-05/Larangan memilih datang, melihat, dan mendengar apa yang sedang dihadapi petani di lapangan. Sabtu (12/9/2026), Babinsa Serma Muhammad Mudhar berkomunikasi langsung dengan sejumlah petani semangka di wilayah binaannya.
Pertemuan itu berlangsung sederhana. Tidak ada ruang rapat maupun forum resmi. Interaksi justru dilakukan di tengah aktivitas masyarakat, sambil menggali informasi mengenai perkembangan tanaman semangka dan kondisi usaha pertanian yang sedang dijalankan warga.
Bagi petani, setiap musim tanam membawa persoalan tersendiri. Produktivitas tanaman, kondisi lahan, biaya produksi hingga keberlanjutan usaha menjadi bagian dari dinamika yang harus mereka hadapi. Karena itu, komunikasi langsung menjadi penting untuk mengetahui kondisi tersebut dari sumber pertama: petaninya sendiri.
Serma Muhammad Mudhar mengatakan, Komsos dengan petani merupakan salah satu cara Babinsa mengetahui perkembangan kehidupan masyarakat di wilayah binaan.
“Kami terus berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya para petani, untuk mengetahui perkembangan pertanian dan berbagai kendala yang mereka hadapi,” ujarnya.
Menurutnya, kedekatan dengan masyarakat tidak cukup dibangun melalui kegiatan formal. Komunikasi yang berlangsung secara rutin diperlukan agar informasi mengenai kondisi warga dapat diterima secara langsung.
Dari komunikasi semacam itu, berbagai persoalan yang muncul di lapangan dapat diketahui lebih awal. Setidaknya, ada ruang bagi petani untuk menyampaikan apa yang mereka alami dan bagi aparat kewilayahan untuk memahami kondisi tersebut secara lebih utuh.
“Dengan komunikasi yang baik, kita bisa bersama-sama mencari solusi apabila ada kendala yang dihadapi petani di lapangan,” terangnya.
Mendengar Sebelum Menyimpulkan
Kehadiran Babinsa di tengah petani juga memperlihatkan satu hal sederhana dalam pendampingan masyarakat: mendengar sebelum menyimpulkan.
Sektor pertanian bukan sekadar soal menanam dan kemudian menunggu panen. Di balik satu lahan yang tampak hijau, terdapat tenaga petani, modal yang dikeluarkan, risiko gagal produksi, serta harapan agar hasil pertanian mampu menjadi sumber penghidupan keluarga.
Karena itu, komunikasi langsung dengan petani memiliki arti lebih dari sekadar agenda Komsos. Percakapan di lapangan dapat menjadi pintu untuk memahami realitas masyarakat yang terkadang tidak terlihat dalam laporan administratif.
Di Desa Peltong, aktivitas pertanian semangka menjadi salah satu gambaran bagaimana masyarakat mengelola sumber penghidupan dari sektor pertanian.
Koramil Larangan Pamekasan melalui Babinsa berupaya menjaga komunikasi tersebut tetap terbuka. Bukan hanya hadir ketika ada persoalan, tetapi membangun kedekatan agar kondisi masyarakat dapat diketahui secara berkelanjutan.
Sebab pada akhirnya, keberadaan aparat kewilayahan bukan hanya tentang seberapa sering turun ke desa. Yang lebih penting adalah seberapa jauh kehadiran itu mampu mendengar, memahami, dan memberi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalannya.