SIGAP88
PORTAL BERITA JAWA TIMUR
Madura Raya

Karnaval HUT RI ke-81 Ganding Sumenep, Tradisi Madura Berpadu Modern

Oleh Ainiyah   |   30 Agustus 2026   |   19:42 WIB
Karnaval HUT RI ke-81 Ganding Sumenep, Tradisi Madura Berpadu Modern

SUMENEP | SIGAP88 — Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa hingga pelosok Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Bukan sekadar barisan peserta yang memenuhi jalan. Pawai karnaval yang digelar Minggu (31/8/2026) menjadi panggung bagi desa-desa di Kecamatan Ganding untuk menampilkan kreativitas, kebudayaan, sekaligus meneguhkan kembali semangat kebangsaan.

Seluruh desa di wilayah Kecamatan Ganding turut ambil bagian. Puskesmas Ganding juga ikut memeriahkan kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan kemerdekaan tersebut.

Beragam penampilan disuguhkan peserta. Nuansa budaya tradisional Madura berpadu dengan kreasi modern, menciptakan warna tersendiri dalam pawai yang mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Bagi pemerintah kecamatan, kemeriahan itu bukan sekadar tontonan. Ada pesan kebangsaan yang hendak ditanamkan melalui setiap barisan dan kreativitas yang ditampilkan.

Camat Ganding Abdul Khalid mengatakan, pawai karnaval menjadi salah satu momentum untuk menghidupkan kembali semangat nasionalisme masyarakat sekaligus mengingatkan bahwa kemerdekaan memiliki sejarah perjuangan panjang.

“Melalui karnaval ini kami mengajak kepada masyarakat tidak hanya memeriahkan, tapi kita dapat memberikan semangat perjuangan dalam mengisi kemerdekaan yang telah diwariskan oleh para pejuang,” katanya.

Menurut Abdul Khalid, tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan masih memiliki tempat kuat di tengah kehidupan warga.

Menariknya, kreativitas peserta tidak membuat budaya lokal tersisih. Sebaliknya, tradisi dan modernisasi justru dipadukan dalam satu perayaan.

Pakaian adat Madura, kesenian tradisional hingga kreasi dengan sentuhan kekinian tampil dalam satu rangkaian. Perpaduan tersebut menunjukkan bahwa perkembangan zaman tidak harus membuat masyarakat meninggalkan akar budayanya.

“Dengan meningkatnya peradaban kita juga membaurkan modernisasi di dalamnya, sehingga tercipta kesenian yang bergaya modern namun tidak meninggalkan tradisionalisme,” ujarnya.

Sejumlah desa bahkan menampilkan pakaian adat Madura dengan sentuhan warna merah putih. Bagi Abdul Khalid, pilihan tersebut bukan sekadar estetika, tetapi simbol kuat tentang identitas kebangsaan.

“Banyak desa yang menampilkan pakaian adat Madura dengan melambangkan merah putih, membuktikan kita tetap dalam bendera merah putih,” jelasnya.

Dari jalanan Ganding, pesan itu menjadi semakin jelas: mencintai Indonesia tidak harus selalu diwujudkan melalui seremoni besar. Menjaga budaya daerah, merawat persatuan dan ikut mengambil bagian dalam pembangunan juga merupakan bagian dari cara generasi hari ini mengisi kemerdekaan.

Abdul Khalid menegaskan, peringatan HUT ke-81 RI seharusnya tidak berhenti pada kemeriahan sesaat. Semangat perjuangan para pahlawan perlu diterjemahkan menjadi kerja nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita harus menjaga dan terus berjuang mengisi kemerdekaan ini dengan kerja nyata memperjuangkan kedaulatan bangsa,” pungkasnya.

BACA BERITA ASLI
Scan QR Code untuk membaca berita lengkap di SIGAP88