SIGAP88
PORTAL BERITA JAWA TIMUR
Ekbis

Menyongsong Hari Pelanggan Nasional 2026, PLN Tak Hanya Menerangi Rumah tetapi Menguatkan Warga Blega

Oleh Yuli Lailatul Fitriyah   |   30 Agustus 2026   |   11:49 WIB
Menyongsong Hari Pelanggan Nasional 2026, PLN Tak Hanya Menerangi Rumah tetapi Menguatkan Warga Blega

BANGKALAN | SIGAP88 — Cahaya listrik mungkin hanya terlihat ketika lampu menyala. Namun bagi sebagian warga, bentuk “terang” bisa berarti jauh lebih luas: kesempatan anak untuk terus belajar, pesantren yang tetap menjalankan pendidikan, atau senyum seorang lansia ketika merasa masih diperhatikan.

Semangat itulah yang dibawa Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UP3 Madura bersama PLN ULP Blega menjelang Hari Pelanggan Nasional 2026.

Melalui kegiatan bertajuk “Berbagi Manfaat untuk Sesama”, Jumat (28/8/2026), YBM PLN tidak sekadar menyalurkan bantuan. Mereka turun langsung menyapa masyarakat, mengetuk pintu rumah penerima manfaat, dan membawa sebagian kepedulian dari lingkungan PLN kepada warga yang membutuhkan.

Bantuan diberikan dalam beberapa bentuk, mulai dari dukungan pendidikan untuk pondok pesantren hingga santunan bagi anak yatim dan warga lanjut usia dari kalangan dhuafa di Kecamatan Blega.

Penyaluran dilakukan langsung oleh Pengurus YBM PLN ULP Blega, Ade Putra Segara, bersama para muzaki PLN.

Pilihan untuk mendatangi penerima secara langsung membuat kegiatan tersebut memiliki suasana berbeda. Tidak ada jarak panjang antara pemberi dan penerima. Bantuan disampaikan sekaligus menjadi ruang untuk bersilaturahmi dan mendengar secara langsung kondisi masyarakat.

Dari Pesantren hingga Rumah Warga

Salah satu titik penyaluran bantuan berada di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Huda Al Ghufron.

YBM PLN memberikan bantuan pendidikan kepada KH Ghufron Hasyim untuk mendukung kebutuhan operasional dan aktivitas pendidikan pesantren.

Bagi dunia pendidikan berbasis pesantren, keberlangsungan kegiatan belajar mengajar tidak hanya bergantung pada ruang kelas dan tenaga pengajar. Ada kebutuhan santri, kegiatan pembinaan, serta berbagai kebutuhan operasional yang harus terus berjalan.

Karena itu, bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian kecil yang ikut menopang keberlangsungan proses pendidikan dan pembinaan santri.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk mendukung kebutuhan pendidikan sekaligus menjadi penyemangat dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar dan pembinaan santri di Pondok Pesantren Nurul Ulum Mano’an,” ujar Ghufron Hasyim.

Dari pesantren, rombongan YBM PLN kemudian menyusuri permukiman warga.

Seorang anak yatim dan dua warga dhuafa lanjut usia menjadi penerima santunan berikutnya.

Di Kampung Kauman, Kecamatan Blega, Janati menerima santunan yang diserahkan langsung oleh tim YBM PLN.

Bagi warga lanjut usia seperti Janati, perhatian semacam itu bukan semata dihitung dari nilai bantuan yang diterima. Ada pesan sosial yang ikut dibawa: bahwa mereka tidak sendirian dan masih ada pihak yang bersedia datang untuk berbagi.

Janati pun menyampaikan doa bagi para muzaki PLN yang telah memberikan bantuan.

“Semoga para muzaki PLN senantiasa diberikan keberkahan rezeki, kesehatan, dan kemudahan dalam setiap urusannya. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan yang telah diberikan. Aamiin,” tuturnya.

Ketika Pelayanan Memiliki Makna Lebih Luas

Ade Putra Segara mengatakan, kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari semangat PLN dalam menyambut Hari Pelanggan Nasional 2026.

Menurutnya, keberadaan PLN di tengah masyarakat tidak semata berkaitan dengan penyediaan listrik dan pelayanan kepada pelanggan. Kepedulian sosial juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Pesan itu menjadi penting karena hubungan perusahaan dengan masyarakat pada akhirnya tidak hanya dibangun melalui layanan, tetapi juga melalui kepedulian.

Listrik memang dibutuhkan untuk menerangi rumah, sekolah, tempat usaha, dan berbagai aktivitas masyarakat. Namun di luar fungsi tersebut, kehadiran institusi juga dapat memberi arti ketika mampu melihat persoalan sosial di sekitarnya.

Melalui YBM PLN, kepedulian tersebut diwujudkan dalam bentuk yang sederhana tetapi langsung menyentuh penerima manfaat.

Ada bantuan untuk pendidikan. Ada santunan untuk anak yatim. Ada perhatian untuk warga lanjut usia yang membutuhkan.

Energi Kebaikan dari Blega

Kegiatan menjelang Hari Pelanggan Nasional ini pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai angka bantuan ataupun jumlah penerima.

Ada cerita tentang bagaimana sebuah lembaga hadir lebih dekat dengan masyarakat.

Di satu sisi, PLN menjalankan tugas menghadirkan energi listrik. Di sisi lain, melalui gerakan sosial YBM PLN, energi tersebut diterjemahkan dalam bentuk kepedulian kepada sesama.

Dari Blega, pesan itu menjadi sederhana: PLN tidak hanya menerangi rumah dengan listrik, tetapi juga berupaya ikut menguatkan kehidupan warga melalui kepedulian.

YBM PLN UP3 Madura berharap rangkaian kegiatan sosial tersebut dapat memberikan manfaat bagi para penerima sekaligus menjaga semangat berbagi agar terus tumbuh dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

Sebab, energi kebaikan tidak berhenti ketika bantuan berpindah tangan.

Ia hidup dalam doa penerima, dalam harapan yang kembali tumbuh, dan dalam keyakinan bahwa kepedulian sekecil apa pun tetap memiliki arti bagi kehidupan orang lain.

Momentum Hari Pelanggan Nasional 2026 yang diperingati setiap 4 September pun menjadi ruang untuk mengingat kembali bahwa pelayanan terbaik bukan hanya tentang memberikan apa yang dibutuhkan pelanggan, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat bagi lingkungan tempat perusahaan tumbuh dan bekerja.

BACA BERITA ASLI
Scan QR Code untuk membaca berita lengkap di SIGAP88