SIGAP88
PORTAL BERITA JAWA TIMUR
Madura Raya

Babinsa Waru Turun ke Lahan, Bantu Petani Rawat Tanaman Jagung di Pamekasan

Oleh Yuli Lailatul Fitriyah   |   29 Agustus 2026   |   13:02 WIB
Babinsa Waru Turun ke Lahan, Bantu Petani Rawat Tanaman Jagung di Pamekasan

PAMEKASAN | SIGAP88 — Di antara barisan tanaman jagung di Dusun Lembanah, Desa Waru Timur, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, aktivitas pertanian berjalan seperti biasa. Namun, hari itu Nasir tidak bekerja seorang diri.

Babinsa Koramil 0826-10/Waru, Sertu Iwan Ripto, ikut turun ke lahan. Tangannya membantu membersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman jagung milik Nasir.

Tidak ada seremoni. Tidak pula sekadar berdiri melihat dari pinggir lahan. Pendampingan dilakukan dengan ikut mengerjakan bagian sederhana dari perawatan tanaman yang justru menentukan bagaimana jagung dapat tumbuh tanpa terlalu banyak gangguan.

Gulma yang dibiarkan tumbuh dapat menjadi pesaing bagi tanaman utama. Air dan unsur hara yang semestinya diserap jagung ikut diperebutkan, sehingga pengendaliannya menjadi bagian penting dalam pemeliharaan tanaman.

Bagi Sertu Iwan, keterlibatan langsung di lahan merupakan salah satu cara Babinsa menjalankan pendampingan kepada masyarakat di wilayah binaannya.

“Kami berupaya hadir dan membantu petani dalam merawat tanaman, sehingga tanaman jagung dapat tumbuh secara optimal,” kata Sertu Iwan Ripto.Sabtu(29/8)

Pendampingan seperti itu juga membuka ruang komunikasi yang lebih dekat. Di tengah pekerjaan membersihkan gulma, Babinsa dapat melihat langsung kondisi tanaman sekaligus mendengar persoalan yang dihadapi petani.

“Melalui pendampingan secara langsung, kami juga dapat berkomunikasi dan mengetahui kendala yang dihadapi para petani,” ujarnya.

Bagi Nasir, kehadiran Babinsa bukan sekadar kunjungan. Bantuan tenaga di tengah aktivitas perawatan tanaman membuat pekerjaan di lahan terasa lebih ringan.

“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian dan bantuan Babinsa. Kehadirannya sangat membantu kami dalam merawat tanaman jagung,” ungkap Nasir.

Pertemuan di lahan jagung itu pada akhirnya memperlihatkan bentuk pendampingan yang sederhana: hadir, melihat kondisi warga dari dekat, lalu ikut bekerja.

Sebab bagi petani, perhatian tidak selalu harus hadir dalam bentuk program besar. Kadang, kehadiran seseorang yang bersedia turun ke tanah dan membantu pekerjaan di antara tanaman justru menjadi bentuk kepedulian yang paling mudah dirasakan.

BACA BERITA ASLI
Scan QR Code untuk membaca berita lengkap di SIGAP88