SIGAP88
PORTAL BERITA JAWA TIMUR
Mataraman

Wakasad Tekankan Jiwa Korsa dan Disiplin kepada Prajurit Yonif TP 531/Menak Sopal

Oleh Tudji   |   29 Agustus 2026   |   12:50 WIB
Wakasad Tekankan Jiwa Korsa dan Disiplin kepada Prajurit Yonif TP 531/Menak Sopal

TRENGGALEK | SIGAP88 — Fondasi sebuah satuan tidak hanya dibangun melalui kesiapan personel dan perlengkapan, tetapi juga dari karakter prajurit yang menjadi generasi pertama di dalamnya.

Pesan itu disampaikan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa saat mengunjungi Yonif TP 531/Menak Sopal di Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jumat (28/8/2026).

Di hadapan para prajurit, Wakasad menempatkan generasi awal Yonif TP 531/Menak Sopal sebagai peletak dasar perjalanan satuan. Menurutnya, nilai-nilai yang dibangun sejak awal akan menjadi bagian penting dalam menentukan karakter dan keberhasilan satuan menjalankan tugas ke depan.

“Kalian adalah prajurit yang pertama kali menjadi warga Yonif TP 531 ini. Kalian yang menancapkan dasar-dasar dan nilai-nilai yang akan menentukan keberhasilan dalam setiap pelaksanaan tugas. Untuk itu, yang perlu kalian pedomani dan laksanakan adalah menumbuhkan jiwa korsa dan disiplin,” kata Muhammad Saleh Mustafa dalam arahannya.

Ia juga mengingatkan para prajurit agar menjadikan Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI sebagai pedoman dalam menjalankan tugas.

Bagi Wakasad, pembentukan satuan baru bukan semata persoalan struktur organisasi. Ada tanggung jawab untuk membangun kekompakan, kedisiplinan, serta sikap profesional yang nantinya menjadi identitas satuan.

Namun, pengabdian prajurit tidak berhenti pada tugas kedinasan. Wakasad meminta personel Yonif TP 531/Menak Sopal membangun hubungan yang baik dengan masyarakat di sekitar satuan.

“Baik-baik dengan rakyat atau masyarakat sekitar. Kalau ada yang memerlukan bantuan, bantu mereka,” pesannya.

Memperkuat Ketahanan Wilayah

Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto mengatakan, kehadiran Yonif TP merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan wilayah dengan cakupan tugas yang tidak terbatas pada aspek keamanan.

Menurutnya, keberadaan satuan tersebut diharapkan dapat mendukung berbagai kepentingan strategis di daerah, termasuk ketahanan pangan dan pembangunan.

“Tujuan dibentuknya Yonif TP oleh Bapak Presiden Prabowo adalah untuk lebih memperkuat ketahanan di wilayah, baik itu dari aspek keamanan, pangan, pembangunan, dan lainnya,” ujar Untoro setelah kegiatan.

Keberadaan personel Yonif TP, lanjutnya, juga dinilai penting dalam menghadapi situasi yang membutuhkan pengerahan pasukan secara cepat.

Salah satu contohnya terlihat ketika terjadi kebakaran lahan di sejumlah wilayah yang masuk dalam cakupan Korem 081/DSJ, termasuk Ponorogo, Trenggalek, dan Tulungagung.

“Seperti kejadian yang terbaru, saat terjadi kebakaran lahan di beberapa wilayah kami, seperti di Ponorogo, Trenggalek, dan Tulungagung, berkat kecepatan pengerahan para prajurit Yonif TP tersebut api dapat segera dipadamkan dan tidak segera meluas,” jelasnya.

Menurut Untoro, kemampuan merespons persoalan di wilayah menjadi salah satu nilai strategis dari keberadaan satuan tersebut.

Lebih jauh, Yonif TP juga diharapkan tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan keamanan maupun bencana. Satuan tersebut diharapkan mampu mengambil bagian dalam berbagai kegiatan yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

Dengan demikian, keberadaan Yonif TP di daerah diharapkan dapat berjalan beriringan dengan agenda peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung percepatan pembangunan wilayah.

Bagi satuan yang masih berada pada tahap awal perjalanan, pesan Wakasad tersebut sekaligus menjadi penekanan bahwa fondasi pertama yang dibangun para prajurit hari ini akan menjadi bagian dari wajah Yonif TP 531/Menak Sopal pada masa mendatang.

BACA BERITA ASLI
Scan QR Code untuk membaca berita lengkap di SIGAP88