SIGAP88
PORTAL BERITA JAWA TIMUR
Politik & Pemerintahan

Khofifah Bawa 65,7 Ton Bantuan Gempa Flores, 5 Ton Beras Dialihkan

Oleh Tudji   |   24 Agustus 2026   |   18:46 WIB
Khofifah Bawa 65,7 Ton Bantuan Gempa Flores, 5 Ton Beras Dialihkan

MANGGARAI | SIGAP88 – Kebutuhan warga di wilayah terdampak gempa Flores mengubah sebagian rencana distribusi bantuan Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang datang langsung ke Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Minggu (23/8/2026), meminta 5 ton beras digeser ke Desa Ranaka setelah mendapat laporan bahwa persediaan pangan di wilayah tersebut masih kurang.

Pemprov Jatim membawa 65,7 ton bantuan senilai Rp3,006 miliar untuk masyarakat terdampak gempa. Bantuan itu terdiri atas beras dan bahan makanan, obat-obatan, perlengkapan kebersihan, kebutuhan bayi dan anak, kebutuhan perempuan, tenda, terpal serta kompor.

Sebanyak 12,8 ton senilai Rp720,9 juta disalurkan di sekitar SD Inpres Robo, Desa Ranaka, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai. Sementara 52,9 ton senilai Rp2,285 miliar ditempatkan di posko Rumah Jabatan Sekretaris Daerah Manggarai Timur.

Khofifah mengatakan distribusi bantuan tidak hanya mengacu pada daftar logistik yang disiapkan dari Jawa Timur. Kebutuhan yang ditemukan langsung di lapangan juga menjadi pertimbangan.

Di Desa Ranaka, misalnya, kepala desa menyampaikan kebutuhan tambahan beras. Dari sekitar 12 ton beras yang dibawa, Khofifah meminta 5 ton dialihkan ke wilayah tersebut.

“Pak Kades menyampaikan untuk ditambah 5 ton. Saya rasa beras bisa digeser ke sini 5 ton, sehingga bisa lebih merata,” kata Khofifah.

Menurut dia, kebutuhan obat-obatan juga disusun berdasarkan masukan tenaga kesehatan yang sudah lebih dahulu memberikan pelayanan kepada korban gempa.

“Para dokter menulis kebutuhan obat-obatan di sini. Kalau tidak salah ada 14 jenis dan kami juga membawa hari ini,” ujarnya.

Jawa Timur Perkuat Pelayanan Kesehatan

Bantuan Jawa Timur tidak berhenti pada pengiriman logistik.

Sejak 17 Agustus 2026, tujuh dokter telah bergabung dalam pelayanan kesehatan di RSUD Ruteng. Kemudian pada 22 Agustus, sebanyak 10 dokter dan perawat dari RSUD Dr. Soetomo Jawa Timur kembali diterjunkan untuk memperkuat pelayanan medis.

Tim tersebut turut menangani pasien yang membutuhkan perawatan akibat dampak gempa, termasuk kasus yang memerlukan tindakan operasi tulang.

Pemprov Jatim juga menyiapkan empat personel untuk membantu penanganan trauma anak melalui layanan dukungan psikososial.

Di SD Inpres Robo, Khofifah bertemu para siswa dan meminta mereka tetap bersemangat untuk kembali belajar setelah kondisi memungkinkan.

“Kita semua bersaudara. Kita hadir bersama-sama untuk membantu saudara-saudara kita di sini,” katanya.

85.461 Jiwa Terdampak

Skala dampak gempa di Manggarai Timur tergambar dari data pemerintah daerah.

Bupati Manggarai Timur Agas Andreas menyebut hingga pukul 21.17 WITA, gempa berdampak terhadap 19.515 infrastruktur dan 20.673 kepala keluarga atau 85.461 jiwa.

Sebanyak 34 orang meninggal dunia, sementara 239 orang mengalami luka berat.

Agas mengatakan bantuan dari Jawa Timur datang ketika kebutuhan masyarakat masih tinggi.

“Bantuan ini sangat berarti bagi kami, terutama dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana,” ujarnya.

Kunjungan Khofifah ke Flores memperluas respons Jawa Timur dari sekadar pengiriman logistik menjadi dukungan yang lebih langsung, mulai dari pangan, obat-obatan hingga tenaga medis dan pendampingan psikososial.

Bagi warga yang masih menghadapi dampak gempa, bantuan tersebut bukan sekadar angka tonase. Yang paling menentukan adalah apakah kebutuhan yang mendesak benar-benar sampai ke tangan mereka.

BACA BERITA ASLI
Scan QR Code untuk membaca berita lengkap di SIGAP88