PAMEKASAN | SIGAP88 – Status sebagai aparatur sipil negara bukan tiket untuk berhenti belajar. Justru setelah resmi menjadi pegawai negeri sipil (PNS), tanggung jawab untuk melayani masyarakat semakin besar.
Pesan itu disampaikan Bupati Pamekasan Kholilurrahman saat mengambil sumpah 64 calon pegawai negeri sipil (CPNS) menjadi PNS di Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Senin (24/8/2026).
Pada kesempatan yang sama, pemerintah daerah juga menyerahkan petikan surat keputusan kepada 57 CPNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pamekasan.
Di hadapan para aparatur yang baru memasuki jenjang PNS, Kholilurrahman mengingatkan bahwa perubahan status kepegawaian bukan sekadar urusan administrasi. Di balik sumpah yang diucapkan, terdapat tanggung jawab untuk memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
“Pengangkatan sebagai PNS bukan akhir dari sebuah perjuangan. Justru hari ini merupakan awal dari tanggung jawab yang jauh lebih besar,” kata Kholilurrahman.
Menurut dia, masyarakat kini semakin kritis terhadap kualitas pelayanan pemerintah. Kecepatan, kemudahan, keterbukaan, profesionalisme, serta rasa keadilan menjadi tuntutan yang tidak bisa diabaikan aparatur.
Karena itu, pelayanan publik tidak cukup hanya berhenti pada pernyataan atau slogan.
“Masyarakat tidak selalu membutuhkan aparatur yang pandai berbicara tentang pelayanan, tetapi tidak ada tindakan nyata di lapangan,” ujarnya.
Kholilurrahman menegaskan, setiap aparatur memiliki peran dalam menentukan wajah pemerintahan di mata masyarakat. Satu pelayanan yang buruk atau tindakan yang tidak profesional dapat berdampak lebih luas karena menyangkut kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Kepercayaan tersebut, kata dia, harus dijaga melalui kerja nyata dan sikap profesional dalam menjalankan tugas.
“Jangan menjadikan status PNS sebagai tujuan akhir. Jadikan status PNS sebagai amanah untuk memberikan pengabdian terbaik kepada nusa, bangsa, dan negara,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi para CPNS yang telah melalui proses panjang hingga akhirnya memperoleh status sebagai PNS. Bagi pemerintah daerah, bertambahnya aparatur bukan semata soal jumlah pegawai, tetapi harus berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kholilurrahman secara khusus meminta aparatur yang ditempatkan pada sektor pelayanan dasar, termasuk kesehatan, agar menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas.
Ia berharap aparatur mampu menghadirkan pelayanan yang manusiawi, profesional, serta mengutamakan keselamatan dan kebutuhan masyarakat.
“Jadilah garda terdepan dalam menghadirkan pelayanan yang manusiawi, profesional, dan berorientasi pada keselamatan serta kepentingan masyarakat,” pungkasnya.
Dengan pengambilan sumpah tersebut, para aparatur yang dilantik diharapkan tidak hanya membawa status baru sebagai PNS, tetapi juga semangat baru untuk membuktikan bahwa kehadiran birokrasi benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat Pamekasan.