SIGAP88
PORTAL BERITA JAWA TIMUR
Politik & Pemerintahan

Malam Tasyakuran HUT ke-81 RI, Bupati Sumenep Tekankan Kemerdekaan Harus Diisi Kerja Nyata

Oleh Koesnadi   |   20 Agustus 2026   |   07:29 WIB
Malam Tasyakuran HUT ke-81 RI, Bupati Sumenep Tekankan Kemerdekaan Harus Diisi Kerja Nyata

SUMENEP | SIGAP88 – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Sumenep tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Pemerintah Kabupaten Sumenep menjadikannya sebagai momentum untuk meneguhkan kembali semangat perjuangan melalui kerja nyata, pengabdian, dan pembangunan yang manfaatnya dirasakan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat menghadiri malam tasyakuran HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Kesenian Sumekar, Sumenep, Rabu (19/8/2026) malam.

Di hadapan masyarakat dan jajaran pemerintah daerah, Fauzi menegaskan bahwa kemerdekaan yang diwariskan para pahlawan membawa tanggung jawab bagi generasi saat ini.

“Kemerdekaan bukan sekadar warisan sejarah, tetapi amanah yang harus kita isi dengan karya nyata, pengabdian, dan kontribusi terbaik untuk kemajuan Sumenep,” kata Fauzi.

Menurutnya, bentuk perjuangan pada masa kini memang berbeda dengan perjuangan para pahlawan di masa lalu. Jika dahulu kemerdekaan direbut melalui perjuangan melawan penjajahan, generasi sekarang menghadapi tantangan melalui pendidikan, pembangunan, inovasi serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Karena itu, generasi muda diminta tidak berhenti pada perayaan. Semangat kemerdekaan harus diterjemahkan menjadi energi positif untuk membangun masa depan.

“Generasi penerus harus mampu menerjemahkan semangat perjuangan para pahlawan melalui pendidikan, kreativitas, inovasi, serta berbagai kegiatan positif yang membangun masa depan,” pesannya.

Pemerintah Tak Bisa Berjalan Sendiri

Fauzi juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pembangunan daerah. Menurut dia, pemerintah memiliki keterbatasan jika seluruh proses pembangunan hanya dibebankan kepada pemerintah.

Gotong royong, kepedulian sosial dan partisipasi masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan warga.

“Mengisi kemerdekaan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh masyarakat melalui gotong royong, kepedulian sosial, dan kontribusi sesuai bidang masing-masing,” tegasnya.

Ia pun mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah perubahan zaman. Perbedaan yang ada di tengah masyarakat, kata Fauzi, semestinya menjadi kekuatan untuk membangun Sumenep, bukan justru menjadi pemicu perpecahan.

“Kita harus menjaga persatuan, toleransi dan gotong royong, karena kemajuan Sumenep akan semakin kuat jika seluruh masyarakat bergerak dalam semangat kebersamaan,” ujarnya.

Kemerdekaan Harus Terasa dalam Pelayanan

Bagi Fauzi, semangat kemerdekaan juga harus tercermin dalam cara pemerintah menjalankan pelayanan kepada masyarakat.

Pembangunan, menurutnya, tidak cukup hanya terlihat dari keberadaan program dan kegiatan pemerintah. Ukuran keberhasilannya adalah sejauh mana manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.

“Perjuangan hari ini kita lanjutkan melalui pembangunan, pelayanan publik yang baik, pengabdian, dan kerja keras agar kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” pungkasnya.

Malam tasyakuran tersebut sekaligus menjadi ruang apresiasi atas antusiasme masyarakat dalam menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Beragam kegiatan telah digelar masyarakat mulai dari tingkat RT, desa, kecamatan hingga kabupaten. Bagi Pemkab Sumenep, semarak tersebut bukan semata-mata tentang hiburan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat silaturahmi dan rasa persaudaraan.

Fauzi berharap semangat kebersamaan itu tidak berhenti setelah rangkaian perayaan kemerdekaan berakhir.

Menurutnya, suasana aman, tertib dan kondusif merupakan modal penting bagi keberlanjutan pembangunan daerah. Persoalan yang muncul di tengah masyarakat pun diharapkan dapat diselesaikan melalui komunikasi, musyawarah dan semangat gotong royong.

Pada akhirnya, peringatan HUT ke-81 RI menjadi pengingat bahwa tugas generasi saat ini belum selesai. Jika para pendahulu berjuang merebut kemerdekaan, maka generasi sekarang memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mengisinya dengan prestasi, pelayanan, pembangunan serta kerja nyata bagi masyarakat Sumenep.

BACA BERITA ASLI
Scan QR Code untuk membaca berita lengkap di SIGAP88