PAMEKASAN | SIGAP88 — Kreativitas dalam mengolah pangan lokal dipadukan dengan pesan tentang pentingnya makanan bergizi dalam kegiatan lomba tumpeng yang diikuti seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan yang dirangkaikan dengan edukasi gizi tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Forum itu juga dimanfaatkan untuk memperkuat pemahaman mengenai penyediaan makanan yang sehat, bersih, bergizi, sekaligus memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Palengaan Hasyim Abdurrahim, Koordinator SPPG Kecamatan Palengaan Moh Yusril Ihza Iskandar, serta Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Pamekasan Hariyanto Rahmansyah Triarif.
Koordinator SPPG Kecamatan Palengaan Moh Yusril Ihza Iskandar mengatakan, seluruh SPPG di wilayah Kecamatan Palengaan dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, lomba tumpeng menjadi ruang bagi masing-masing SPPG untuk menunjukkan kreativitas dalam menyajikan makanan, sekaligus menyampaikan pesan bahwa makanan bergizi tidak selalu harus menggunakan bahan pangan yang mahal.
“Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kreativitas dalam penyajian makanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman mengenai pentingnya makanan bergizi, kebersihan pangan, serta pemanfaatan bahan pangan lokal,” katanya.
Sementara itu, Camat Palengaan Hasyim Abdurrahim menilai kegiatan tersebut memiliki nilai edukatif yang dapat dikembangkan lebih jauh. Selain memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, kegiatan itu diharapkan memperkuat komunikasi dan kerja sama antara SPPG, pemerintah desa, dan pemerintah kecamatan.
“Tujuan utama dilaksanakannya lomba tumpeng dan edukasi gizi tentu yang pertama memeriahkan RI ke-81, sehingga tercipta kolaborasi antara SPPG, pemerintah desa dan pemerintah kecamatan,” ujar Hasyim.
Ia juga mendorong agar keberadaan pangan lokal semakin mendapat perhatian dalam penyusunan menu SPPG. Bahan pangan yang tersedia di masyarakat, menurutnya, dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari menu makanan bergizi selama tetap memperhatikan komposisi dan standar gizi.
“Diharapkan dengan adanya lomba tumpeng ini SPPG dapat menyajikan menu lokal yang komprehensif, yang tersedia di masyarakat, namun harus dengan gizi yang standar,” imbuhnya.
Bagi Hasyim, edukasi gizi juga tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Pengetahuan mengenai makanan sehat dan pola makan yang baik perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat, termasuk orang tua dan anak-anak.
Penyampaian edukasi secara langsung melalui tampilan makanan dinilai dapat membantu masyarakat memahami bahwa makanan sehat, bersih, dan bergizi bisa berasal dari bahan pangan yang mudah ditemukan di sekitar.
“Tidak harus mahal. Makanan sehat, bergizi dan bersih itu bisa dicari di area setempat,” tuturnya.
Selain aspek gizi dan pemanfaatan pangan lokal, Hasyim menekankan pentingnya standar kebersihan dalam seluruh proses penyediaan makanan. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi momentum bagi SPPG untuk terus melakukan evaluasi dan meningkatkan standar operasional prosedur (SOP).
“Kita juga berharap para SPPG ini dapat meningkatkan SOP secara higienis, kebersihan dan sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya.
Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Pamekasan Hariyanto Rahmansyah Triarif.
Menurutnya, keterlibatan seluruh SPPG se-Kecamatan Palengaan memberikan ruang untuk membangun kreativitas sekaligus memperkuat edukasi mengenai pemenuhan gizi.
Ia menilai pengembangan menu berbasis pangan lokal dapat menjadi salah satu langkah positif selama tetap memperhatikan kebutuhan gizi, kualitas bahan pangan, serta kebersihan dalam proses pengolahannya.
“Dengan adanya kegiatan tersebut, para SPPG diharapkan tidak hanya mampu menyediakan makanan yang memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga semakin memperhatikan pemanfaatan pangan lokal dan penerapan standar kebersihan dalam setiap proses penyediaannya,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, lomba tumpeng tidak hanya menjadi perayaan kreativitas menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bersama untuk mendorong budaya konsumsi pangan yang sehat, pemanfaatan potensi lokal, serta peningkatan kualitas penyediaan makanan bergizi di tingkat masyarakat.