SURABAYA | SIGAP88 — Semangat kemerdekaan tidak berhenti pada upacara dan pengibaran bendera. Di Jawa Timur, semangat itu diwujudkan dalam bentuk bantuan rumah layak huni bagi masyarakat yang membutuhkan.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menyalurkan 81 paket bantuan bedah rumah sebagai kado kemerdekaan dalam momentum HUT ke-81 Republik Indonesia.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur dalam acara tasyakuran dan ramah tamah bersama perintis kemerdekaan, janda perintis kemerdekaan, serta ahli waris keluarga pahlawan nasional di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (17/8/2026).
Ketua BAZNAS Jatim HM Ghofirin mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari BAZNAS Jatim Peduli, sekaligus wujud penyaluran zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Semangat kemerdekaan harus dirasakan sampai ke rumah-rumah masyarakat yang membutuhkan,” kata Ghofirin.
Dari 81 paket bantuan tersebut, sebanyak **10 paket** dialokasikan bagi perintis kemerdekaan dan janda perintis kemerdekaan. Empat penerima dari kelompok tersebut menerima bantuan secara simbolis dalam kegiatan di Gedung Negara Grahadi.
Sementara itu, hingga saat ini 53 rumah telah selesai direnovasi dan tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur.
Rinciannya, tujuh rumah berada di Gresik. Kemudian masing-masing lima rumah di Sidoarjo, Tulungagung, Tuban, Banyuwangi, Probolinggo, Sampang, dan Bondowoso.
Dua rumah berada di Surabaya. Sedangkan Blitar, Kota Blitar, Bojonegoro, Jember, Lumajang, Bangkalan, Mojokerto, dan Kota Mojokerto masing-masing mendapatkan satu paket bantuan.
Sebanyak 28 rumah lainnya dijadwalkan dikerjakan hingga akhir Agustus 2026 di sejumlah daerah lain di Jawa Timur.
Pelaksanaannya dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, BAZNAS kabupaten/kota, serta Lembaga Amil Zakat (LAZ) di berbagai daerah.
Ghofirin menegaskan, bedah rumah bukan semata-mata memperbaiki bangunan. Lebih dari itu, program tersebut diarahkan untuk menghadirkan tempat tinggal yang aman, sehat dan nyaman sekaligus menjaga martabat keluarga penerima manfaat.
“Kami ingin rumah yang sebelumnya tidak layak menjadi tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan bermartabat,” ujarnya.
Kisah Mbah Sumarni
Program tersebut juga menyasar masyarakat miskin yang masuk kategori mustahik zakat.
Salah satunya Mbah Sumarni, warga Kabupaten Blitar yang kini berusia 93 tahun.
Di usia senja, Mbah Sumarni masih menjalani tanggung jawab berat. Ia merawat adiknya yang telah lanjut usia dan mengalami tuna netra. Pada saat yang sama, ia juga merawat anaknya yang mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan.
Kondisi rumah yang membutuhkan perbaikan menjadi persoalan tersendiri bagi perempuan berusia 93 tahun tersebut.
Bagi BAZNAS Jatim, kondisi seperti itulah yang menjadi salah satu alasan program bedah rumah harus hadir. Bantuan tidak hanya diarahkan kepada kelompok tertentu, tetapi juga kepada mustahik yang membutuhkan dukungan untuk mendapatkan hunian yang lebih layak.
Program bedah rumah tersebut sekaligus menjadi bagian dari semangat Nawa Pradana yang diusung kepengurusan BAZNAS Jatim periode 2026–2031.
Ghofirin menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, khususnya para muzaki dan donatur yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS Jatim.
Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi modal penting bagi BAZNAS untuk terus menghadirkan manfaat nyata melalui berbagai program kemanusiaan.
“Kepercayaan masyarakat menjadi kekuatan bagi kami untuk terus menghadirkan manfaat nyata dan menjalankan berbagai aksi kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Ia pun mengajak masyarakat memperkuat semangat berbagi dan gotong royong melalui zakat, infak, dan sedekah.
“Percayakan zakat, infak, dan sedekah kita kepada BAZNAS Jawa Timur agar semakin banyak masyarakat yang membutuhkan dapat merasakan manfaatnya,” pungkas Ghofirin.