SUMENEP | SIGAP88 — Kemerdekaan tidak cukup dimaknai dengan mengibarkan bendera dan mengikuti upacara. Bagi insan pelayanan publik, semangat perjuangan para pahlawan harus diterjemahkan dalam kerja nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat.
Pesan itu disampaikan Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, seusai mengikuti upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dalam rangka HUT ke-81 RI di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep, Senin (17/8/2026).
Erliyati menilai momentum kemerdekaan menjadi pengingat bagi seluruh insan rumah sakit untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Semangat perjuangan para pahlawan, menurutnya, harus diwujudkan melalui pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat dengan sepenuh hati.
“Implementasi perjuangan para pahlawan merebut kemerdekaan harus ditunjukkan dengan kerja nyata memberikan layanan kesehatan sepenuh hati kepada masyarakat,” kata Erliyati.
Ia menegaskan, RSUD Moh Anwar Sumenep sebagai rumah sakit milik pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan layanan kesehatan yang semakin mudah dijangkau masyarakat.
Salah satu bentuk pengembangan layanan tersebut adalah dibukanya Poli Onkologi yang dapat melayani peserta BPJS Kesehatan.
Menurut Erliyati, keberadaan layanan tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat Sumenep dan Madura yang membutuhkan penanganan terkait penyakit kanker, sehingga tidak harus mencari layanan kesehatan ke luar daerah.
“Saat ini, RSUD Moh Anwar Sumenep buka poli onkologi untuk pasien BPJS Kesehatan, jadi masyarakat tidak usah melakukan layanan kesehatan ke luar kota atau ke luar Madura,” jelasnya.
Bagi Erliyati, peningkatan layanan kesehatan merupakan bentuk lain dari perjuangan di era kemerdekaan. Jika dahulu para pahlawan berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan, kini perjuangan generasi penerus diwujudkan melalui kerja dan pengabdian sesuai bidang masing-masing.
Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran RSUD Moh Anwar Sumenep menjadikan peringatan HUT ke-81 RI sebagai momentum untuk memperkuat komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Perjuangan para pahlawan jadikan cambuk meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Hasil perjuangan dilihat dari hasil kerja nyata kita,” tegasnya.
Ia juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan kritik dan masukan terhadap pelayanan rumah sakit. Menurutnya, kritik merupakan bagian penting dalam upaya melakukan evaluasi dan pembenahan agar kualitas pelayanan terus meningkat.
“Kami juga siap dikritik demi meningkatkan layanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat sesuai dengan tagline Bismillah Melayani,” tutup Erliyati.