SURABAYA | SIGAP88 — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menempatkan kedaulatan pangan sebagai salah satu pesan penting dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (17/8/2026).
Pesan itu sejalan dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” yang diusung dalam peringatan kemerdekaan tahun ini. Khofifah menilai ketahanan pangan membutuhkan keterlibatan berbagai elemen, mulai petani, nelayan, peternak hingga TNI-Polri.
“Ini bagian dari komitmen kita bersama, seluruh sinergisitas para nelayan, petani, peternak, dan tentu TNI-Polri yang mendukung ketahanan pangan,” kata Khofifah.
Menurut Khofifah, kerja bersama tersebut turut memperkuat capaian Jawa Timur dalam produksi sejumlah komoditas pangan.
“Peran serta para petani, para nelayan, para peternak, seluruh jajaran Forkopimda ini sudah menjadikan Jawa Timur tertinggi produksi padi, beras, jagung, juga telur, begitu juga daging sapi,” ujarnya.
Pesan tersebut divisualisasikan melalui tari kolosal “Kedaulatan Pangan Jawa Timur” yang melibatkan 235 penampil. Para penari membawa hasil panen dan menyerahkannya kepada 24 undangan VIP sebagai simbol keterlibatan berbagai sektor dalam menjaga ketahanan pangan.
Khofifah sendiri bertindak sebagai inspektur upacara. Mengenakan pakaian adat bernuansa merah putih, ia memimpin jalannya upacara yang diikuti unsur pemerintah, TNI-Polri, veteran, tokoh masyarakat, pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum.
Nuansa kebinekaan juga menjadi bagian dari peringatan. Sejumlah perwakilan masyarakat adat dan suku di Jawa Timur, di antaranya Tengger, Samin, Panoragan, Bawean, Madura dan Osing, hadir bersama tamu undangan dengan mengenakan pakaian adat.
Rangkaian acara turut diisi penampilan Marching Band Gita Swara Nala SMAN Taruna Nala yang melibatkan 187 talent. Siswi Sekolah Rakyat Banyuwangi, Desvita, kemudian tampil bersama paduan suara gabungan mahasiswa dan siswa membawakan lagu “Bendera” dan “Kebyar-kebyar”.
Sekitar 2.000 masyarakat hadir dalam peringatan tersebut bersama jajaran pemerintah, TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, veteran, akademisi dan sejumlah tamu undangan lainnya.
Setelah upacara selesai, rangkaian peringatan dilanjutkan dengan persiapan mengikuti upacara detik-detik Proklamasi secara virtual bersama pemerintah pusat.
Bagi Jawa Timur, peringatan kemerdekaan tahun ini tidak hanya menjadi momentum mengenang perjuangan bangsa, tetapi juga menegaskan pentingnya menjaga kemandirian pangan sekaligus merawat keberagaman sebagai kekuatan daerah.