SUMENEP | SIGAP88 — Upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, berlangsung khidmat di Lapangan Sepak Bola Abu Hurairah, Desa Sapeken, Senin (17/8/2026).
Upacara yang menjadi bagian dari peringatan kemerdekaan tersebut dipimpin langsung Camat Sapeken Hamka selaku inspektur upacara.
Sejumlah unsur pemerintahan dan masyarakat turut hadir, di antaranya Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sapeken, Kepala Syahbandar, Kepala KUA Sapeken, Kepala Desa Sapeken beserta perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta para siswa dari lembaga pendidikan negeri maupun swasta.
Dalam amanatnya, Hamka mengajak seluruh masyarakat, khususnya aparatur sipil negara (ASN), untuk tidak melupakan jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Menurutnya, mengenang perjuangan para pahlawan tidak cukup hanya melalui seremoni peringatan setiap 17 Agustus. Semangat perjuangan tersebut harus diteruskan melalui pengabdian dan kerja nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita sebagai penerus bangsa wajib mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan,” kata Hamka.
Ia menegaskan, kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendahulu harus diisi dengan hal-hal positif, terutama melalui kedisiplinan, pelayanan kepada masyarakat, serta pengabdian yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab.
“Wajib hukumnya sebagai penerus bangsa mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata dan disiplin serta memberikan pengabdian sepenuh hati,” ujarnya.
Hamka juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlangsungan bangsa. Menurutnya, perjuangan generasi saat ini tidak lagi dilakukan dengan mengangkat senjata, melainkan melalui pendidikan, kreativitas, karya, serta menjaga persatuan.
“Tugas utama generasi muda dalam mengisi kemerdekaan adalah belajar dengan giat, berkarya nyata, dan menjaga persatuan bangsa,” pungkasnya.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kecamatan Sapeken, sekaligus mengingatkan bahwa makna kemerdekaan tidak berhenti pada upacara dan pengibaran bendera, tetapi harus diwujudkan melalui kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.