SIGAP88
SIGAP88
PORTAL BERITA JAWA TIMUR
Madura Raya

Sapi Sonok Jadi Warisan Budaya yang Terus Dirawat Pemkab Sumenep

Oleh Koesnadi   |   13 Agustus 2026   |   19:18 WIB
Sapi Sonok Jadi Warisan Budaya yang Terus Dirawat Pemkab Sumenep

SUMENEP | SIGAP88 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus berupaya menjaga keberlangsungan tradisi dan kebudayaan Madura melalui berbagai agenda seni dan budaya. Salah satunya Festival Sapi Sonok yang digelar di Stadion A. Yani Panglegur, Kecamatan Kota Sumenep, Madura.

Festival yang menjadi bagian dari kalender event Kabupaten Sumenep tersebut berlangsung pada 8 Agustus 2026 dan diikuti 30 pasang sapi sonok. Tradisi yang lekat dengan kehidupan masyarakat Madura itu berlangsung meriah dengan menampilkan keindahan gerak, keserasian langkah, serta ornamen khas yang menghiasi setiap pasangan sapi.

Bukan sekadar perlombaan, Sapi Sonok menjadi bagian dari warisan budaya yang terus dipertahankan di tengah perkembangan zaman. Tradisi tersebut memperlihatkan bagaimana masyarakat Madura merawat identitas budaya sekaligus mewariskannya kepada generasi berikutnya.

Suasana festival semakin semarak dengan iringan musik tradisional dan lantunan sinden. Perpaduan antara gerak sapi, musik, ornamen, serta keterampilan para pemilik sapi menciptakan pertunjukan budaya yang khas dan memiliki nilai estetika.

Setiap pasangan sapi tampil dengan langkah yang teratur dan kompak menuju garis finis. Penampilan tersebut menjadi salah satu daya tarik utama dalam festival yang tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat keberadaan tradisi lokal.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep Faruk Hanafi mengatakan, Festival Sapi Sonok menjadi salah satu upaya untuk menjaga tradisi Madura agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.

“Melalui festival ini, warisan tradisi dan adat istiadat Madura tetap hidup dan dilestarikan untuk generasi mendatang,” ujarnya, Kamis (13/8/2026).

Menurut Faruk, pelestarian budaya juga memiliki keterkaitan dengan pengembangan sektor pariwisata. Event budaya seperti Sapi Sonok dinilai mampu menjadi daya tarik bagi masyarakat maupun wisatawan untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Sumenep.

Selain itu, keberadaan event budaya juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Pariwisata yang dihasilkan akan memberikan pendapatan bagi masyarakat setempat dan mendukung kegiatan ekonomi lokal,” katanya.

Faruk menilai Sapi Sonok memiliki kedudukan penting dalam kehidupan budaya masyarakat Madura. Tradisi tersebut tidak hanya menghadirkan tontonan, tetapi juga menjadi simbol identitas dan kebanggaan masyarakat.

“Sapi Sonok bukan sekadar tontonan atau kontes kecantikan bagi sapi betina. Lebih dari itu, Sapi Sonok merupakan identitas, kebanggaan, dan warisan luhur masyarakat Madura, khususnya Kabupaten Sumenep, yang sarat dengan nilai estetika, ketekunan, dan kecintaan terhadap kearifan lokal,” tuturnya.

Keunikan Sapi Sonok terlihat dari perpaduan berbagai unsur budaya. Gerakan sapi yang terlatih, ornamen yang menghiasi tubuh sapi, hingga iringan musik tradisional menjadi satu kesatuan dalam pertunjukan yang diwariskan secara turun-temurun.

Keserasian langkah pasangan sapi dengan iringan musik tradisional juga menunjukkan kreativitas masyarakat dalam mempertahankan tradisi sekaligus mengemasnya menjadi sebuah pertunjukan yang menarik.

“Keindahan gerak dan keserasian langkah yang diiringi alunan musik tradisional, ditambah hiasan ornamen yang memukau, menunjukkan betapa tingginya kreativitas para peternak dan pelaku budaya kita. Tradisi ini membuktikan bahwa masyarakat Sumenep memiliki kepedulian yang kuat dalam menjaga akar budaya agar tidak hilang ditelan zaman,” pungkasnya.

Pemkab Sumenep berharap Festival Sapi Sonok dapat terus menjadi bagian dari kalender budaya daerah. Selain memperkuat pelestarian warisan leluhur, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong sektor pariwisata sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi berbasis budaya.

Dengan demikian, Sapi Sonok tidak berhenti sebagai sebuah pertunjukan, tetapi tetap menjadi identitas budaya Madura yang hidup, berkembang, dan dikenal oleh generasi mendatang.

BACA BERITA ASLI
Scan QR Code untuk membaca berita lengkap di SIGAP88