JOMBANG | SIGAP88 – Artificial Intelligence (AI) kini semakin dekat dengan kehidupan pelajar. Di tengah kemudahan teknologi dalam membantu aktivitas belajar, muncul pula risiko penyalahgunaan informasi yang perlu dipahami sejak dini.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Polres Jombang. Tim Polres Jombang memberikan edukasi mengenai kecerdasan buatan kepada pelajar SMA, SMK, MA dan sederajat di Aula SMKN 1 Jombang, Jalan Dr. Sutomo No. 15, Jombang, Rabu (12/8/2026) siang.
Kegiatan yang dipimpin Ipda Akhmad Farid Efendi itu tidak hanya memperkenalkan AI dari sisi teknologi, tetapi juga mengajak pelajar memahami manfaat, risiko, serta etika dalam penggunaannya.
Sejumlah materi disampaikan, mulai dari pengertian dasar Artificial Intelligence, perkembangan teknologi AI, dampak positif dan negatif, hingga cara memanfaatkannya secara aman, etis dan bertanggung jawab.
Ipda Akhmad Farid Efendi mengatakan, edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi digital di kalangan generasi muda.
“Pertama memperkuat literasi digital pelajar, kedua meningkatkan kewaspadaan, dan ketiga memberikan bekal kepada generasi muda agar mengetahui cara kerja AI dan menggunakannya dengan baik,” kata Ipda Farid.
Menurutnya, AI memiliki banyak manfaat dan dapat membuka berbagai peluang bagi pelajar. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran maupun aktivitas produktif lainnya.
Namun, kemudahan itu tetap membutuhkan sikap kritis. Pelajar perlu memahami bahwa tidak seluruh informasi yang dihasilkan teknologi dapat diterima begitu saja tanpa diperiksa kembali.
Karena itu, dalam sosialisasi tersebut para pelajar juga diajak memahami pentingnya menggunakan AI secara bertanggung jawab, termasuk ketika memperoleh, mengolah maupun menyebarkan informasi.
Humas SMKN 1 Jombang Muhamad Yusuf mengapresiasi langkah Polres Jombang yang memberikan edukasi mengenai AI kepada para siswa.
“Terima kasih banyak kepada teman-teman dari Polres Jombang yang sudah memberikan pemahaman tentang penggunaan AI. Ini sangat penting bagi siswa kita, khususnya anak-anak di era digital seperti sekarang. Mereka harus memahami sisi positif sekaligus sisi negatif dalam menggunakan AI,” ujarnya.
Yusuf menilai, perkembangan teknologi yang semakin mudah diakses membuat pelajar memiliki kesempatan besar untuk memanfaatkan AI dalam berbagai kebutuhan.
Namun, tanpa pemahaman yang memadai, kemudahan tersebut juga dapat menimbulkan persoalan.
“Sekarang semua sudah tersedia dan sangat mudah bagi anak-anak untuk mengaplikasikan penggunaan AI. Tetapi mereka perlu mengetahui mana yang bermanfaat dan mana yang tidak, serta memahami sisi positif dan negatifnya. Setelah adanya sosialisasi dari Polres Jombang ini, mereka menjadi lebih paham,” ungkapnya.
Ia berharap edukasi mengenai teknologi digital, khususnya AI, dapat dilakukan secara berkelanjutan. Dengan demikian, pelajar tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menggunakannya secara bijak.
Bagi Polres Jombang, literasi AI menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran digital generasi muda. Pelajar didorong tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami cara kerja, manfaat, batasan dan risiko yang menyertainya.
Dengan pemahaman tersebut, AI diharapkan dapat ditempatkan sebagai alat pendukung yang produktif bagi pendidikan dan pengembangan potensi generasi muda, bukan menjadi sumber persoalan baru di ruang digital.