PASURUAN | SIGAP88 — Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tingkat Kota Pasuruan 2026 menjadi ruang bagi anak-anak untuk menampilkan kreativitas sekaligus mendorong penguatan karakter sejak usia dini.
Kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan tersebut berlangsung di Taman Sekargadung, Kota Pasuruan, Rabu (12/8/2026). Gebyar PAUD dibuka Bunda PAUD Kota Pasuruan Suryani Firdaus Adi Wibowo.
Mengusung tema “Bermain, Belajar, Berkreasi, Tumbuh Sehat dan Bahagia”, kegiatan diikuti anak-anak PAUD se-Kota Pasuruan. Mereka tampil dengan beragam bakat, seni dan kreativitas dalam suasana yang penuh keceriaan.
Selain berbagai perlombaan, Gebyar PAUD 2026 dikemas dengan lingkungan kegiatan yang ramah anak. Antusiasme peserta terlihat saat mereka menunjukkan kemampuan masing-masing di hadapan para pendidik dan keluarga.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan Siti Rochana mengatakan, pendidikan anak usia dini tidak semata-mata berorientasi pada kemampuan akademik.
Menurutnya, keberanian tampil, kreativitas dan pembentukan karakter merupakan bagian penting yang perlu ditanamkan sejak anak berada pada fase awal pendidikan.
“Keberanian untuk tampil berkreativitas, serta pembentukan karakter juga sangat penting ditanamkan sejak anak berada pada fase awal pendidikan,” tuturnya.
Siti menjelaskan, Gebyar PAUD 2026 sekaligus menjadi sarana untuk memotivasi pengembangan bakat dan menunjukkan potensi anak secara lebih menyeluruh.
“Gebyar PAUD ini memberikan ruang kepada anak-anak untuk berekspresi, berkreasi, dan menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam suasana yang menyenangkan,” katanya.
Menurut Siti, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk meningkatkan motivasi para pendidik dalam menjalankan tugas pembelajaran dan mendukung pengembangan anak usia dini.
“Ini adalah ajang pembuktian hasil pelatihan sejauh ini yang ditampilkan dalam Gebyar PAUD tahun ini,” jelasnya.
Sementara itu, Bunda PAUD Kota Pasuruan Suryani Firdaus Adi Wibowo menilai Gebyar PAUD 2026 memiliki arti penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang anak.
“Ini akan menjadi momentum dalam memperkuat komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini,” ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya dukungan dan pendekatan yang sesuai dengan dunia anak. Menurutnya, proses tumbuh kembang tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan guru dan keluarga.
“Dukungan dari guru dan keluarga sangat diharapkan untuk dapat diterapkan dalam aktivitas pendidikan sehari-hari. Karena PAUD merupakan fondasi bagi lahirnya generasi yang kreatif, mandiri dan berkarakter melalui proses pendidikan pada usia dini,” harapnya.
Gebyar PAUD 2026 pun tidak berhenti sebagai ajang unjuk bakat. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan pada fase awal kehidupan anak membutuhkan ruang yang menyenangkan, pendampingan yang tepat, serta kolaborasi antara sekolah dan keluarga.
Dengan fondasi tersebut, kreativitas, keberanian dan karakter anak diharapkan dapat tumbuh secara seimbang sejak usia dini.