SIGAP88
SIGAP88
PORTAL BERITA JAWA TIMUR
Jombang

Polsek Ngusikan Jombang Pantau Jagung 200 Meter Persegi, Dorong Ketahanan Pangan dari Desa

Oleh Arif Mustofa   |   07 Agustus 2026   |   18:26 WIB
Polsek Ngusikan Jombang Pantau Jagung 200 Meter Persegi, Dorong Ketahanan Pangan dari Desa

JOMBANG | SIGAP88 — Upaya memperkuat ketahanan pangan tak hanya berlangsung melalui kebijakan di tingkat pemerintah. Di tingkat desa, pendampingan terhadap petani juga menjadi bagian penting untuk memastikan lahan produktif tetap terjaga.

Hal itu dilakukan personel Polsek Ngusikan, Polres Jombang, melalui peninjauan tanaman jagung di lahan milik Lasmidi, warga Dusun Dapet, Desa Mojodanu, Kecamatan Ngusikan, Jumat (7/8/2026).

Anggota Polsek Ngusikan Aipda Ma’ruf Rofi’i turun langsung melihat kondisi tanaman jagung yang ditanam pada lahan seluas sekitar 200 meter persegi tersebut.

Pemantauan dilakukan untuk memastikan pertumbuhan tanaman berjalan optimal sekaligus mendeteksi lebih awal apabila terdapat kendala yang berpotensi memengaruhi produktivitas tanaman.

Bagi kepolisian, kegiatan tersebut bukan sekadar melihat perkembangan tanaman. Kehadiran Bhabinkamtibmas di lahan pertanian menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dengan petani sekaligus memberikan dorongan agar pengelolaan lahan terus dilakukan secara produktif.

Kapolsek Ngusikan AKP Bagus Tejo Purnomo mengatakan, keterlibatan personel di tengah aktivitas pertanian merupakan salah satu bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, pendampingan di lapangan penting untuk menjaga semangat petani sekaligus mendorong agar potensi lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Kami ingin memberikan motivasi kepada para petani agar terus semangat dalam mengelola lahannya. Kami berharap hasil panen jagung dapat optimal sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Ngusikan,” ujarnya.

Pemantauan tanaman secara berkala juga diharapkan dapat membantu mengantisipasi persoalan sejak dini. Dengan begitu, langkah penanganan dapat dilakukan lebih cepat apabila ditemukan gangguan yang berpotensi menghambat pertumbuhan tanaman.

Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa agenda ketahanan pangan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat di sektor pertanian diharapkan mampu mendorong lahirnya lahan-lahan produktif yang tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga berdampak terhadap kemandirian dan kesejahteraan petani.

Dari lahan jagung seluas 200 meter persegi di Mojodanu, pesan yang dibangun cukup sederhana: ketahanan pangan nasional bermula dari lahan yang dikelola, petani yang didampingi, dan produktivitas yang terus dijaga.

BACA BERITA ASLI
Scan QR Code untuk membaca berita lengkap di SIGAP88