SUMENEP | SIGAP88 – Meski telah diresmikan beberapa tahun lalu, Pelabuhan Dungkek dan Pelabuhan Gili Iyang di Kabupaten Sumenep hingga kini belum dapat difungsikan secara optimal. Padahal, pembangunan kedua pelabuhan tersebut menelan anggaran sekitar Rp60 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Kondisi tersebut mendapat sorotan dari anggota DPRD Kabupaten Sumenep, Juhari, yang mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera menuntaskan berbagai kendala agar kedua pelabuhan tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Pemprov Jatim harus serius menangani Pelabuhan Dungkek dan Pelabuhan Gili Iyang agar segera dapat dipergunakan sebagaimana mestinya,” ujar Juhari, Sabtu (27/6/2026).
Politisi Fraksi PPP itu menilai keberadaan kedua pelabuhan memiliki peran strategis sebagai penghubung antarpulau sekaligus penunjang aktivitas ekonomi masyarakat kepulauan. Bahkan, Pelabuhan Dungkek sejak awal diproyeksikan menjadi pelabuhan berskala nasional.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sumenep juga perlu terus menjalin koordinasi secara intensif dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar aset yang dibangun menggunakan anggaran puluhan miliar rupiah tersebut tidak dibiarkan terbengkalai.
“Dua pelabuhan ini merupakan program Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Karena itu, Pemprov harus benar-benar menyelesaikan berbagai persoalan agar pelabuhan tersebut bisa dimanfaatkan masyarakat,” tegasnya.
Juhari mempertanyakan belum beroperasinya kedua pelabuhan tersebut meski pembangunannya telah rampung sejak beberapa tahun lalu. Ia menilai, apabila kendala berada pada aspek teknis, seperti panjang dermaga yang belum memenuhi kebutuhan operasional, maka pemerintah harus segera melakukan penyempurnaan.
“Seharusnya sejak awal sudah ada perencanaan yang matang. Kalau memang panjang dermaga masih kurang, ya harus ditambah agar pelabuhan itu benar-benar bisa beroperasi,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa persoalan Pelabuhan Dungkek dan Pelabuhan Gili Iyang hampir selalu menjadi perhatian DPRD Sumenep. Dalam setiap rapat pandangan umum, seluruh fraksi disebut terus mendorong agar pemerintah segera mencari solusi atas belum berfungsinya kedua pelabuhan tersebut.
“Dalam setiap rapat pandangan umum, semua fraksi menyampaikan persoalan ini. Bupati Sumenep juga siap berkoordinasi dengan Pemprov Jatim agar kedua pelabuhan di Kecamatan Dungkek segera diseriusi dan dapat dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Juhari mengingatkan bahwa pembangunan kedua pelabuhan tersebut menggunakan uang rakyat sehingga tidak boleh dibiarkan tanpa kepastian pemanfaatan.
“Ini menyangkut uang rakyat. Karena itu, Pemprov Jatim harus benar-benar serius agar Pelabuhan Dungkek dan Pelabuhan Gili Iyang segera difungsikan sesuai tujuan pembangunannya dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.