PAMEKASAN | SIGAP88 – Usaha peternakan ayam petelur milik warga di Dusun Kendal, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, menunjukkan perkembangan positif.
Dengan populasi sekitar 1.000 ekor ayam, peternakan tersebut mampu menghasilkan telur dengan tingkat produksi mendekati 80 persen setiap hari.
Produktivitas tersebut menjadi salah satu penopang pasokan telur bagi masyarakat di wilayah Larangan dan sekitarnya. Hasil panen dipasarkan secara rutin kepada pelanggan tetap maupun pedagang di sejumlah pasar tradisional.
Dalam kegiatan pemantauan wilayah, Babinsa Koramil 0826-05/Larangan, Sertu Jumrah, melakukan pendampingan kepada Mudarah, pemilik peternakan ayam petelur tersebut. Selain membantu pemberian pakan, Babinsa juga memantau kondisi ternak untuk memastikan produktivitas usaha tetap terjaga.
Saat ini, setiap kilogram telur berisi sekitar 16 hingga 17 butir dengan harga jual berkisar Rp27 ribu hingga Rp32 ribu per kilogram, mengikuti fluktuasi harga pasar.
Menurut Sertu Jumrah, sektor peternakan rakyat memiliki potensi ekonomi yang cukup besar apabila dikelola secara konsisten dan berkelanjutan.
“Peternakan ayam petelur dapat menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan bagi masyarakat. Karena itu, kami terus memberikan motivasi dan pendampingan agar usaha yang dijalankan dapat berkembang,” ujarnya.
Sementara itu, Mudarah mengaku bersyukur karena produksi telur terus meningkat dan pemasaran hasil ternak berjalan lancar.
“Alhamdulillah, hasil produksi terus membaik dan permintaan pasar cukup stabil. Dukungan dari Babinsa juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan usaha,” katanya.
Keberadaan peternakan ayam petelur skala rakyat seperti ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha, tetapi juga berkontribusi terhadap ketersediaan pasokan pangan di tingkat lokal.