SIGAP88
PORTAL BERITA JAWA TIMUR
Surabaya Raya

Anjuran Berkurban Bagi Mereka yang Mampu

Oleh Abdul Hanan   |   04 Juni 2025   |   18:26 WIB
Anjuran Berkurban Bagi Mereka yang Mampu

Surabaya | SIGAP88 – Nabi Muhammad SAW mencontohkan ibadah kurban sebagai amalan yang konsisten dilakukan setiap tahun pada hari raya Iduladha.

Hal ini menjadi teladan bagi umatnya untuk mengikuti jejak beliau.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibnu Majah, serta dishahihkan oleh Al-Hakim, Rasulullah SAW bersabda:

ู…ูŽู† ูƒุงู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ุณูŽุนุฉูŒ ูˆู„ูŽู…ู’ ูŠูุถูŽุญู‘ู ููŽู„ุง ูŠูŽู‚ู’ุฑูŽุจูŽู†ู‘ูŽ ู…ูุตูŽู„ู‘ุงู†ุง
โ€œBarang siapa yang telah mempunyai keluasan (rizki) dan tidak mau berkurban, maka janganlah mendekati tempat shalat kami.โ€ (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dishahihkan oleh Al-Hakim)

Hadis ini menegaskan betapa pentingnya ibadah kurban bagi mereka yang mampu.

Bahkan, Rasulullah SAW memberikan peringatan keras kepada mereka yang enggan melaksanakan kurban meskipun memiliki kemampuan finansial.

Ungkapan โ€œjanganlah mendekati tempat shalat kamiโ€ menunjukkan bahwa kurban bukan sekadar anjuran biasa, melainkan amalan yang sangat ditekankan dalam ajaran Islam, terutama bagi mereka yang telah diberi kelapangan rezeki oleh Allah SWT.

Hukum Kurban

Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum ibadah kurban. Jumhur ulama, termasuk mazhab Syafiโ€™i dan Maliki, menetapkan bahwa kurban adalah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan tetapi tidak wajib.

Pendapat ini didasarkan pada sabda Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Al-Hakim dalam al-Mustadrak:

ุซู„ุงุซูŒ ู‡ู†ู‘ูŽ ุนู„ูŠู‘ูŽ ูุฑุงุฆุถู ูˆู‡ู†ู‘ูŽ ู„ูƒู… ุชุทูˆุนูŒ ุงู„ูˆุชุฑู ูˆุงู„ู†ุญุฑู ูˆุตู„ุงุฉู ุงู„ุถุญู‰

โ€œTiga hal yang untukku fardhu dan ketiganya itu untukmu sekalian tathawwuโ€™ (sunnah), yaitu shalat witir, menyembelih kurban, dan shalat dhuha.โ€ (HR. Ahmad, Al-Hakim).

Meskipun hadis ini memiliki perawi yang dinilai lemah oleh An-Nasaโ€™i dan Ad-Daruquthni, kandungannya tetap menjadi landasan bagi jumhur ulama untuk menetapkan hukum sunnah muakkadah.

Hadis ini menunjukkan bahwa kurban adalah amalan yang sangat dianjurkan, tetapi tidak diwajibkan bagi umat Islam secara umum.

Di sisi lain, mazhab Hanafiah menetapkan bahwa kurban hukumnya wajib bagi mereka yang mampu, merujuk pada hadis yang sama yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibnu Majah di atas.

Hadis tersebut menegaskan bahwa orang yang memiliki kelapangan rezeki namun tidak berkurban dianggap menyalahi anjuran yang kuat dari Rasulullah SAW.

Sementara itu, ulama Syafiโ€™iyah berpendapat bahwa kurban merupakan sunnah kifayah bagi setiap rumah tangga, sebagaimana sabda Nabi SAW:

ูŠุง ุฃูŠู‘ูู‡ุง ุงู„ู†ู‘ุงุณู ุนู„ู‰ ูƒู„ู‘ู ุฃู‡ู„ู ุจูŠุชู ูู‰ ูƒู„ู‘ู ุนุงู…ู ุฃุถุญูŠูŽุฉูŒ
โ€œWahai manusia, bagi setiap keluarga pada setiap tahun hendaknya menyembelih kurbanโ€ฆโ€ (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan At-Tirmidzi, hasan gharib).

Hadis ini menunjukkan bahwa kurban dianjurkan untuk dilakukan oleh setiap keluarga setiap tahunnya, dengan status hukum yang cukup kuat sebagai sunnah kifayah.

Artinya, jika salah satu anggota keluarga telah melaksanakan kurban, maka kewajiban tersebut telah gugur bagi anggota keluarga lainnya dalam satu rumah tangga.

Terlepas dari perbedaan pendapat mengenai hukumnya, ibadah kurban adalah manifestasi ittibaโ€™ kepada Rasulullah SAW yang senantiasa melaksanakannya setiap tahun.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Ad-Darimi dari Wabishah bin Maโ€™bad, dengan sanad hasan, Rasulullah SAW bersabda:

ุงุณุชูŽูุชู ู‚ู„ุจูŽูƒุŒ ุงู„ุจูุฑู‘ู: ู…ุง ุงุทู…ุฃูŽู†ู‘ูŽุชู’ ุฅู„ูŠู‡ ุงู„ู†ู‘ูŽูุณูุŒ ูˆุงุทู…ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฅู„ูŠู‡ ุงู„ู‚ูŽู„ุจูุŒ ูˆุงู„ุฅุซู…ู ู…ุง ุญุงูƒูŽ ููŠ ุงู„ู†ู‘ูŽูุณู ูˆุชุฑุฏู‘ูŽุฏ ููŠ ุงู„ุตู‘ูŽุฏุฑูุŒ ูˆุฅู†ู’ ุฃูุชุงูƒูŽ ุงู„ู†ุงุณู ูˆุฃูู’ุชูŽูˆู’ูƒูŽ
โ€œMintalah fatwa hatimu, perbuatan baik (al-birru) itu apa yang dapat menentramkan hatimu, dan dosa adalah apa yang terbetik dalam diri dan berdetak dalam hatimu, sekalipun orang lain menasihatimu atau meminta nasihatmu.โ€ (HR. Ahmad dan Ad-Darimi)

Hadis ini mengajak setiap Muslim untuk bermawas diri, menimbang-nimbang dalam hati apakah ia pantas untuk tidak berkurban, terutama jika Allah telah memberikan kelapangan rezeki.

Kurban adalah bagian dari al-birru (kebaikan) yang menentramkan hati, bukan hanya karena ketaatan kepada Allah, tetapi juga karena manfaatnya yang sampai kepada fakir miskin dan masyarakat sekitar.

Ibadah ini mengajarkan seorang Muslim untuk rela berkorban, berbagi rezeki, dan menghargai nikmat yang telah diberikan Allah.

BACA BERITA ASLI
Scan QR Code untuk membaca berita lengkap di SIGAP88