Malang | Sigap88 – Melestarikan permainan Tradisional sangat penting demi keseimbangan pergembangan globalisasi saat ini, sehingga dengan kehadiran mahasiswa sebagai intelektual muda di wajibkan mampu mengembangkan diri sebagai agen of change atau pemimpin perubahan yang secara cerdas dan tepat menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat
Dalam hal ini Mahasiswa diharapkan mampu memberikan pengalaman serta ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan agama untuk memberikan pengarahan agar dapat memecahkan masalah dan menanggulanginya secara tepat
āDengan memberikan pengetahuan kepada masyarakat terutama anak anak calon penerus bangsa diharapkan nantinya mereka bisa memahaminya dengan baikā. Kata Koordinator Andhika Rafli Refiandi. Jumāat (30/9/2022)
Menurut Andhika Saat ini pengaruh globalisasi dan kemajuan teknologi yang pesat menyebabkan kurangnya pengenalan permainan tradisional terhadap peserta didiik, sebab itu tidak sedikit peserta didik yang kurang mengetahui brebagai jenis permainan tradisional
Dengan hal ini Lama-kelamaan permainan tradisional mulai dilupakan, bahkan mudah berganti dengan permainan baru yang lebih modern bahkan canggih dan setiap anak tidak mampu untuk memainkan ataupun memilikinya, hal ini mengakibatkan adanya perbedaan status social di dunia anak-anak
āJadi momen ini sangat tepat sekali dengan pelaksanaan program kerja PPM kelompok 19 gelombang 09 kepada peserta didik TK Aba 02 dengan topik āUpaya memperkenalkan kembali permainan tradisional dalam pembelajaran sekolah untuk perkembangan kejiwaan, sifat, dan peran sosial kepada anak usia diniā ā. Terangnya
Selain itu andhika juga menjelaskan bahwa, permainan tradisional merupakan permainan populer bagi anak-anak, akan tetapi sekarang permainan tersebut sudah jarang dimainkan oleh anak-anak pada zaman ini yang cenderung lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai dan melupakan permainan tradisional
āKami dapat menganalisa bahwa peserta didik di TK Aba 02 Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur perlu di perkenalkan kembali dengan permainan tradisional sehingga ketrampilan dan kecakapan peserta didik bisa meningkat yang nantinya akan berguna untuk menjalani kehidupan sebagai anggota masyarakat yang mempunyai kepekaan sosialā. Jelasnya
Oleh karena itu demi keberhasilan program tersebut Andhika beserta anggotanya mengadakan kegiatan demonstrasi permainan tradisional mulai dari permainan congklak, lompat tali, balap karung, ular naga panjang, dan balap bakiak
āIni merupakan kesempatan kami dalam mengenalkan sebuah permainan tradisional kepada calon penerus bangsa, sehingga nantinya diharapkan permainan tradisional ini tetap lestariā
āDan Alhamdulilah Antusiasme terkait kegiatan festival permainan tradisional tersebut dapat dilihat dari para peserta didik yang sangat senang ketika memainkan permainan tradisional dan mengikuti fashion show pakaian adat dengan legak legok penuh percaya diriā. Tutupnya