3 Kali 24 Jam, Polres Pasuruan Ungkap Pembunuhan Mr.X

751

Pasuruan, Sigap88 – Polres Pasuruan gelar pers release pengungkapan dan identifikasi penemuan mayat tanpa identitas di lapangan bola, jalan raya Beji, dusun Selorawan, desa Cangkring Malang, kabupaten Pasuruan, Senin (29/3)21).

Berawal dari laporan masyarakat tentang adanya mayat tanpa identitas (Mr. X) dengan kondisi yang sudah mulai membusuk, dilapangan sepak bola, desa Cangkring Malang, tak butuh waktu lama, Polres Pasuruan berhasil ungkap pelaku dan identifikasi korban.

Dalam waktu tiga kali 24 jam, Polres Pasuruan berhasil menguak misteri penemuan mayat Mr. X berinisial AY, dengan sejumlah luka tusukan dan gorokan dileher.

“Indikasi awal dari hasil otopsi, sidik jari kemaren posisinya menunjukan ada beberapa kemiripan dengan data kependudukan dan cacatan sipil di kabupaten, yang menunjukan alamat korban sempat ke daerah Kraton dan Nguling, dan yang terakhir Kejayan,” Kata Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan, S.Ik, SH, MH,.

Dari guratan sejumlah sidik jari yang didapat dari tubuh korban, dijelaskan Kapolres, ini masih belum akurat, karena kondisi korban.

“Namun, dengan publikasi yang dilakukan, dibantu dengan teman – teman media, baik media online maupun berbasis komunitas yang kita sebar ke masyarakat, Alhamdulillah dengan indentifikasi khusus yang dimiliki korban (Tanda Lahir) dan barang milik korban, kita bisa melangkah ke tahapan berikutnya, mengungkap modus operandi yang melatari modus pembunuhan ini,” Papar AKBP Rofiq.

Setelah identitas korban didapatkan, ternyata korban merupakan warga desa Krangrong, kecamatan Kejayan, kabupaten Pasuruan, yang masih dibawah umur, “Jadi usianya baru 17 tahun, masih masuk dalam kategori anak dibawah umur,” Ungkap Kapolres.

Menurut Rofiq, pelaku ini tertarik dengan barang yang dimiliki korban, seperti motor dan hand phone, “Berangkat dari rumah, janjian untuk jalan – jalan ke suatu tempat, sesampai dilapangan, korban dihabisi oleh pelaku dengan menggunakan senjata tajam (sangkur),” Terang Pria yang akrab dengan sebutan Gus Ndan ini.

Tersangka yang berinisial (TH) 19 tahun, merupakan tetangga korban. tersangka akan dikenakan UU berlapis, yakni UU tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana 15 tahun pasal 80 ayat 3 jo dan pasal 76 huruf c, UU No. 35 tahun 2014.

“Adanya perencanaan dengan cara membunuh, pasal 340 KUHP dengan ancaman pidana hukuman mati / seumur hidup, dan alternarif lain 338 dengan acaman pidana 13 tahun,” Tutup Kapolres. (Gun)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE